Kementerian Ekonomi Kreatif (Ekraf) menggelar Literasi Bisnis Ekonomi Kreatif sebagai bagian dari upaya pemulihan pasca-bencana di wilayah terdampak, khususnya di Aceh Tamiang. Kegiatan ini dirancang untuk memberikan bekal keterampilan dan pengetahuan bisnis kepada masyarakat agar bisa bangkit lebih cepat dari keterpurukan akibat musibah.
Langkah ini sejalan dengan arahan Presiden untuk turut serta dalam pemulihan daerah pasca-bencana, dengan pendekatan yang lebih personal dan berkelanjutan. Tujuannya bukan hanya memberikan bantuan sesaat, tetapi juga membangun kapasitas ekonomi jangka panjang.
Penguatan Ekonomi Kreatif Pasca-Bencana
Upaya pemulihan ekonomi pasca-bencana membutuhkan pendekatan yang menyeluruh. Tidak hanya bantuan materi, tetapi juga pengetahuan dan keterampilan agar masyarakat bisa mandiri kembali. Kementerian Ekraf melalui program literasi bisnis ini berupaya menjembatani kebutuhan tersebut.
Fokus utama dari kegiatan ini adalah memberikan pemahaman pengelolaan keuangan usaha kecil, strategi pemasaran, serta pendampingan teknis agar usaha bisa kembali berjalan optimal. Selain itu, bantuan modal usaha dan sembako juga disalurkan langsung kepada pelaku usaha terdampak.
1. Penyelenggaraan Literasi Bisnis Ekonomi Kreatif
Kegiatan ini diselenggarakan di lokasi-lokasi strategis di Aceh Tamiang, dengan sasaran utama pelaku usaha kecil dan menengah di sektor ekonomi kreatif. Materi yang disampaikan dirancang agar relevan dengan kondisi lapangan dan kebutuhan masyarakat setempat.
Peserta tidak hanya mendengarkan materi, tetapi juga langsung berlatih membuat rencana keuangan sederhana, strategi promosi digital, serta cara mengakses bantuan permodalan dari berbagai lembaga keuangan.
2. Penyaluran Bantuan Modal dan Sembako
Sebagai bentuk dukungan nyata, Kementerian Ekraf menyalurkan bantuan langsung kepada 50 pelaku usaha terdampak bencana. Masing-masing penerima mendapatkan bantuan modal sebesar Rp2,5 juta dan paket sembako.
| Rincian Bantuan | Jumlah |
|---|---|
| Jumlah Penerima | 50 orang |
| Bantuan Modal per Orang | Rp2,5 juta |
| Paket Sembako per Orang | 1 paket |
| Total Anggaran | Rp125 juta |
Bantuan ini diharapkan bisa menjadi modal awal bagi pelaku usaha untuk merestart bisnis mereka yang sempat terhenti akibat banjir besar pada November 2025 lalu.
3. Pendampingan dan Relaksasi dari BSI
Bank Syariah Indonesia (BSI) juga turut berperan dalam pemulihan ekonomi masyarakat melalui program relaksasi dan pendampingan nasabah. Jasrun, Area Micro & Pawning Manager BSI setempat, menyebut bahwa pihaknya memberikan penundaan pembayaran selama tiga bulan kepada nasabah terdampak.
Relaksasi ini disesuaikan dengan kondisi masing-masing nasabah agar tidak menambah beban di tengah keterpurukan. Pendampingan ini dilakukan secara langsung di lapangan, bukan hanya melalui kebijakan kantor pusat.
4. Dukungan dari Instansi Terkait
Kementerian Ekraf tidak bekerja sendiri. Dinas setempat, termasuk Dinas Pariwisata, Ekonomi Kreatif, Pemuda dan Olahraga Aceh Tamiang, turut mendukung pelaksanaan kegiatan ini. Sebelumnya, instansi ini juga telah memberikan bantuan berupa kompor gas bagi pelaku usaha kuliner.
Muhammad Farij, Kepala Dinas terkait, menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan oleh Kementerian Ekraf. Menurutnya, bantuan tidak hanya berupa fasilitas fisik, tetapi juga motivasi dan semangat agar masyarakat tidak menyerah di tengah musibah.
5. Evaluasi dan Tindak Lanjut
Setelah pelaksanaan literasi bisnis, dilakukan evaluasi terhadap efektivitas materi dan dampak langsung terhadap peserta. Tujuannya agar program serupa ke depannya bisa lebih tepat sasaran dan relevan dengan kebutuhan masyarakat.
Tindak lanjut juga mencakup rencana pendampingan jangka menengah, termasuk akses ke program permodalan dari berbagai lembaga pemerintah dan swasta.
Peran Literasi Bisnis dalam Pemulihan Ekonomi
Literasi bisnis bukan sekadar pelatihan. Ini adalah investasi jangka panjang dalam membangun ketahanan ekonomi masyarakat. Dengan pengetahuan yang tepat, pelaku usaha bisa membuat keputusan yang lebih baik, mengelola risiko, dan memaksimalkan peluang di tengah keterbatasan.
Kegiatan ini juga menjadi ajang edukasi bagi masyarakat agar tidak hanya bergantung pada bantuan, tetapi juga bisa menjadi agen perubahan di lingkungan mereka sendiri.
Kolaborasi yang Mendukung
Kolaborasi lintas sektor menjadi kunci keberhasilan program ini. Kehadiran Kementerian Ekraf, BSI, dan dinas terkait menunjukkan bahwa pemulihan ekonomi pasca-bencana membutuhkan sinergi dari berbagai pihak.
Ke depan, kolaborasi seperti ini diharapkan bisa menjadi model yang bisa direplikasi di daerah lain yang mengalami kondisi serupa.
Harapan dan Target Jangka Panjang
Program literasi bisnis ini diharapkan bisa menjadi awal dari pemulihan ekonomi yang lebih berkelanjutan. Targetnya bukan hanya membantu masyarakat kembali berjualan, tetapi juga membangun sistem usaha yang lebih tangguh dan adaptif terhadap risiko.
Dengan pendekatan yang holistik, mulai dari pelatihan, bantuan modal, hingga pendampingan jangka panjang, diharapkan masyarakat bisa tidak hanya pulih, tetapi juga tumbuh lebih kuat dari sebelumnya.
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat sesuai dengan kondisi dan pelaporan hingga Maret 2026. Jumlah bantuan, peserta, dan kebijakan pendampingan bisa berubah seiring perkembangan situasi di lapangan.
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.












