Badan Pengelola Investasi Daya Anagata Nusantara, atau yang lebih dikenal dengan Danantara Indonesia, kembali menggebrak pasar modal dengan penerbitan surat utang jangka menengah senilai total Rp7 triliun. Emiten ini melalui anak usahanya, PT Danantara Investment Management (DIM), menggelar penerbitan medium term notes (MTN) yang diberi nama Surat Utang Jangka Panjang II Tahun 2026 Tahap I.
Langkah ini menjadi bagian dari strategi pendanaan yang terus dikembangkan oleh Danantara untuk mendukung berbagai kegiatan investasi strategis, baik di dalam maupun luar negeri. Penerbitan kali ini dilakukan secara privat dan sukarela, menunjukkan bahwa minat investor terhadap instrumen keuangan yang diterbitkan oleh lembaga ini masih tinggi.
Rincian Penerbitan Surat Utang Terbaru
Sebelum masuk lebih dalam ke penerbitan terbaru, penting untuk melihat konteks dari langkah ini. Dalam setahun terakhir, Danantara telah aktif menerbitkan MTN dengan total nilai mencapai Rp61,3 triliun di tahun 2025. Penerbitan terbaru senilai Rp7 triliun ini merupakan kelanjutan dari komitmen jangka panjang untuk memperkuat posisi keuangan dan mendanai proyek-proyek strategis nasional.
1. Jenis dan Nama Surat Utang
Surat utang yang diterbitkan kali ini merupakan medium term notes (MTN) dengan nama Surat Utang Jangka Panjang II Tahun 2026 Tahap I. Instrumen ini tidak ditawarkan secara umum, melainkan melalui private placement.
2. Nilai dan Struktur Surat Utang
Total nilai penerbitan mencapai Rp7 triliun, yang terbagi dalam dua seri:
- Seri A: Rp3,5 triliun dengan kupon 2 persen, jatuh tempo 18 Maret 2031 (tenor 5 tahun 1 hari)
- Seri B: Rp3,5 triliun dengan kupon 2 persen, jatuh tempo 17 Maret 2033 (tenor 7 tahun)
3. Jadwal Penerbitan dan Pembayaran Bunga
Tanggal distribusi efek secara elektronik dilakukan pada 17 Maret 2026. Sementara itu, pembayaran bunga pertama dijadwalkan pada 17 Maret 2027. Dalam hal ini, PT Mandiri Sekuritas berperan sebagai Penata Laksana Penerbitan, dan PT Bank Mandiri (Persero) Tbk menjadi Agen Pemantau.
Rekam Jejak Penerbitan MTN Sebelumnya
Sebelum penerbitan terbaru ini, Danantara telah beberapa kali menggelontorkan MTN selama tahun 2025. Total nilai penerbitan MTN sepanjang tahun tersebut mencapai Rp61,3 triliun, yang terbagi dalam beberapa tahap.
Berikut adalah rincian penerbitan MTN sebelumnya:
| Tahap | Seri | Nilai (Rp triliun) | Kupon | Jatuh Tempo |
|---|---|---|---|---|
| Tahap I | A | 25,0 | 2% | 22 Oktober 2033 |
| Tahap II | A | 9,8 | 2% | 13 Desember 2030 |
| Tahap I | B | 25,0 | 2% | 21 Oktober 2032 |
| Tahap II | B | 1,57 | 2% | 12 Desember 2032 |
Penerbitan-penerbitan ini juga dilakukan melalui private placement, yang menunjukkan bahwa investor institusional besar di Tanah Air memiliki kepercayaan tinggi terhadap instrumen keuangan yang diterbitkan oleh Danantara.
Tujuan dan Manfaat Penerbitan MTN
Langkah penerbitan MTN ini bukan sekadar soal penggalangan dana. Ada pesan kuat di baliknya. Dalam pernyataan resminya, Managing Director Finance DIM, Djamal Attamimi, menyampaikan bahwa inisiatif ini merupakan bentuk komitmen Danantara untuk terus mendukung transformasi ekonomi Indonesia dalam jangka panjang.
Melalui instrumen ini, dana yang terkumpul akan digunakan untuk mendanai investasi strategis yang berdampak pada pertumbuhan ekonomi nasional. Dengan prinsip kehati-hatian, transparansi, dan tata kelola yang baik, Danantara berupaya memastikan bahwa setiap langkah pengelolaan keuangan dilakukan secara profesional.
Peran Investor dan Respons Pasar
Minat investor terhadap instrumen seperti Patriot Bonds yang diterbitkan sebelumnya pada September 2025 menjadi salah satu alasan utama penerbitan MTN terbaru ini. Respons positif dari investor menunjukkan bahwa pasar modal Indonesia masih sangat antusias terhadap instrumen yang diterbitkan oleh lembaga pemerintah dengan reputasi kuat.
Dengan menggunakan skema private placement, Danantara juga memastikan bahwa dana yang dikumpulkan berasal dari investor yang memiliki kapasitas dan pemahaman mendalam tentang instrumen tersebut. Ini membantu menjaga stabilitas dan kredibilitas dari setiap penerbitan surat utang.
Penutup
Penerbitan surat utang jangka menengah senilai Rp7 triliun oleh Danantara menjadi bagian dari strategi pengelolaan keuangan yang matang dan berkelanjutan. Langkah ini tidak hanya menunjukkan kepercayaan investor terhadap lembaga ini, tetapi juga komitmen kuat untuk mendukung pembangunan ekonomi nasional.
Dengan struktur yang jelas, tenor yang terukur, dan tim manajemen yang profesional, penerbitan MTN ini diharapkan dapat memberikan kontribusi nyata dalam mendanai proyek-proyek strategis yang akan membawa dampak jangka panjang bagi Indonesia.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar dan kebijakan terkait.
Ryando Putra Jameni merupakan jurnalis dan editor konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Ryando berkomitmen menghadirkan informasi keuangan yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.












