Musim mudik Lebaran selalu jadi momen paling ditunggu-tunggu. Tapi di balik semangat pulang kampung, ada satu hal yang sering terlupakan: keselamatan di jalan. Terutama buat pemudik yang memilih sepeda motor. Kendaraan dua roda memang praktis dan ekonomis, tapi juga jadi penyumbang besar angka kecelakaan saat arus mudik.
Pemerintah memperkirakan sekitar 154 juta orang akan bergerak saat Lebaran 2026. Dari jumlah itu, sekitar 24,08 juta pemudik nekad memilih motor sebagai kendaraan utama. Mayoritas berasal dari wilayah Jawa Barat, DKI Jakarta, dan Jawa Timur, dengan tujuan utama Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Jawa Barat. Jarak tempuh yang relatif dekat bikin motor jadi pilihan logis, meski risikonya cukup tinggi.
Pengamat Kebijakan Publik Universitas Trisakti, Trubus Rahardiansyah, menyebut kalau melarang roda dua untuk mudik bukan solusi. Malah, justru bisa memicu kebijakan yang tidak manusiawi. Sebab, banyak pemudik yang terpaksa memilih motor karena keterbatasan ekonomi. Yang penting, kata dia, adalah memastikan motor yang digunakan layak jalan dan dilengkapi komponen keselamatan.
Standar Keselamatan yang Harus Dipenuhi
Kalau bicara soal keselamatan berkendara, terutama saat mudik, kelengkapan komponen sepeda motor jadi hal yang nggak bisa ditawar. Bukan cuma soal helm, tapi juga sistem pengereman, lampu, ban, dan komponen penting lainnya. Sayangnya, masih banyak pemudik yang nekat berangkat dengan motor yang belum tentu layak jalan.
Trubus menekankan bahwa pemerintah harus punya regulasi tegas soal standar keselamatan kendaraan roda dua. Termasuk, melarang modifikasi yang mengubah fungsi asli kendaraan. Misalnya, mengganti ukuran ban seenaknya atau menghilangkan komponen penting lainnya. Semua itu bisa jadi pemicu kecelakaan.
1. Wajib Gunakan Rem ABS
Salah satu teknologi keselamatan yang harus didorong adalah sistem pengereman ABS (Antilock Braking System). Teknologi ini bisa mencegah roda terkunci saat pengereman mendadak, sehingga mengurangi risiko tergelincir atau terjatuh. Menurut berbagai studi, penggunaan ABS bisa menurunkan angka kecelakaan hingga 30 persen.
2. Ban Harus Layak dan Sesuai Ukuran
Ban yang aus atau tidak sesuai ukuran bisa sangat berbahaya, terutama saat perjalanan jauh. Pemudik harus memastikan kondisi ban masih bagus dan tekanan anginnya sesuai standar. Ban yang kempes atau terlalu keras bisa menyebabkan kehilangan kontrol kendaraan.
3. Lampu dan Aksesoris Wajib Berfungsi
Lampu sein, lampu rem, dan klakson adalah komponen vital yang sering diabaikan. Saat mudik, jalanan biasanya padat dan kondisi cuaca bisa berubah-ubah. Lampu yang berfungsi baik bisa membantu komunikasi di jalan dan menghindari benturan dari kendaraan lain.
4. Helm Standar SNI
Helm bukan cuma aksesori, tapi pelindung kepala yang bisa menyelamatkan nyawa. Helm yang digunakan harus memenuhi standar SNI dan dalam kondisi baik. Hindari helm KW yang mudah pecah saat benturan.
Data Kecelakaan dan Intervensi Pemerintah
Data Kementerian Perhubungan mencatat, pada 2025 saja, terjadi sekitar 155.443 kejadian kecelakaan lalu lintas di Indonesia. Dari jumlah itu, sekitar 75 ribu orang meninggal dunia. Artinya, ada sekitar 26,33 korban jiwa per 100 ribu penduduk. Angka ini jauh di atas target penurunan yang tertuang dalam Rencana Umum Nasional Keselamatan (RUNK) Jalan.
RUNK menargetkan penurunan angka kematian akibat kecelakaan hingga 80 persen pada 2035, dengan baseline data dari tahun 2010. Untuk mencapai target itu, intervensi dari pemerintah sangat dibutuhkan, terutama dalam hal penegakan regulasi keselamatan kendaraan bermotor.
5. Sosialisasi dan Penegakan Hukum
Pemerintah harus lebih agresif dalam mensosialisasikan pentingnya keselamatan berkendara. Termasuk, memperkuat pengawasan di lapangan. Polisi lalu lintas harus tegas menilang kendaraan yang tidak memenuhi standar keselamatan. Ini bukan soal cari duit, tapi soal menyelamatkan nyawa.
6. Inspeksi Kendaraan Sebelum Mudik
Sebelum berangkat mudik, sebaiknya pemudik melakukan inspeksi mandiri atau membawa motornya ke bengkel terpercaya. Cek semua komponen penting, mulai dari rem, ban, lampu, hingga oli mesin. Jangan sampai di tengah perjalanan terjadi kerusakan yang bisa membahayakan.
Tabel Kelengkapan Komponen Keselamatan
Berikut adalah rincian komponen wajib yang harus dipenuhi sepeda motor sebelum digunakan untuk mudik:
| No | Komponen | Fungsi | Kondisi Ideal |
|---|---|---|---|
| 1 | Rem (ABS) | Menghindari terkuncinya roda saat pengereman | Berfungsi normal, tidak bermasalah |
| 2 | Ban | Menahan beban dan memberi traksi | Tidak aus, tekanan angin sesuai standar |
| 3 | Lampu sein | Sinyal belok dan peringatan | Menyala sempurna |
| 4 | Lampu rem | Memberi tahu kendaraan di belakang saat mengerem | Menyala terang dan responsif |
| 5 | Klakson | Alat komunikasi di jalan | Berbunyi jelas dan keras |
| 6 | Helm SNI | Melindungi kepala dari benturan | Tidak retak, kaca bening, kancing kuat |
Perlunya Kesadaran Bersama
Momen mudik seharusnya bukan jadi ajang nekat-nekan. Keselamatan bukan tanggung jawab pemerintah saja, tapi juga pengguna jalan. Kalau semua pihak saling mengingatkan dan mematuhi aturan, angka kecelakaan bisa ditekan.
Selain itu, masyarakat juga perlu didorong untuk beralih ke moda transportasi yang lebih aman, kalau memang memungkinkan. Tapi kalau tetap nekat mudik naik motor, pastikan kendaraan layak jalan dan lengkap dengan komponen keselamatan.
Disclaimer
Data dan prediksi yang disebutkan dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan informasi yang tersedia hingga Maret 2026. Angka kecelakaan dan mobilitas pemudik bisa berubah tergantung kondisi lapangan, kebijakan pemerintah, dan faktor eksternal lainnya.
Popy Lestary merupakan jurnalis keuangan dan kreator konten yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya mencakup perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Popy berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca dari semua kalangan.












