Multifinance

RI Aman dari Krisis Energi Meski Dunia Gelisah? Purbaya Bilang Begini!

Muhammad Rizal Veto
×

RI Aman dari Krisis Energi Meski Dunia Gelisah? Purbaya Bilang Begini!

Sebarkan artikel ini
RI Aman dari Krisis Energi Meski Dunia Gelisah? Purbaya Bilang Begini!

Indonesia masih aman dari ancaman darurat energi meskipun tengah dilanda ketegangan global, terutama akibat eskalasi konflik antara AS-Israel dan Iran. Pernyataan ini datang dari Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa yang menegaskan bahwa hingga kini kondisi fiskal negara masih cukup kuat untuk menahan tekanan kenaikan harga energi.

Filipina baru saja menyatakan status darurat energi nasional pada 24 Maret 2026 lalu akibat terganggunya pasokan bahan bakar. Namun, Purbaya menilai konteks Indonesia berbeda. Ia menyebut bahwa pasokan energi di Tanah Air masih berjalan normal, sehingga belum ada dasar untuk menetapkan status darurat.

Kebijakan APBN dan Subsidi BBM Tetap Stabil

Purbaya memastikan tidak akan mengubah postur Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) 2026 maupun kebijakan subsidi energi dalam waktu dekat. Menurutnya, APBN masih mampu menyerap dampak kenaikan harga minyak mentah global yang saat ini berada di sekitar USD74 per barel.

1. Penjelasan Soal Asumsi Harga Minyak

Asumsi awal harga minyak dalam APBN 2026 berada di kisaran USD70 per barel. Kini, dengan harga ICP (Indonesian Crude Price) mencapai USD74, terdapat selisih sekitar USD4. Meski begitu, Purbaya menilai selisih tersebut masih bisa dikelola tanpa harus mengganggu stabilitas anggaran.

2. Alasan Belum Ubah Subsidi

Purbaya menilai langkah perubahan kebijakan subsidi masih terlalu dini. Ia menekankan bahwa selama pasokan energi masih berjalan lancar, tidak perlu ada perubahan mendadak yang justru bisa memicu ketidakstabilan ekonomi.

Definisi Darurat Energi

Darurat energi tidak serta merta ditentukan oleh lonjakan harga. Lebih dari itu, status ini diberlakukan ketika pasokan energi benar-benar terganggu atau terancam berhenti.

1. Fokus pada Pasokan, Bukan Harga

Menurut Purbaya, yang menjadi perhatian utama adalah ketersediaan pasokan energi. Jika pasokan masih berjalan normal, maka status darurat belum relevan diterapkan.

Baca Juga:  Mengapa Purbaya Percaya Investigasi Dagang AS Tak Akan Menghambat Masa Depan Indonesia?

2. Kesiapan Menghadapi Perubahan

Meski belum terjadi darurat, pemerintah tetap waspada. Purbaya menyebut bahwa pemantauan terhadap perkembangan global akan terus dilakukan agar bisa merespons dengan cepat jika terjadi perubahan signifikan.

Perbandingan Situasi Indonesia dan Filipina

Negara Status Darurat Energi Alasan Utama Pasokan Energi
Filipina Ya Gangguan pasokan akibat konflik Terganggu
Indonesia Tidak Pasokan masih stabil Normal

Filipina menghadapi krisis karena pasokan bahan bakar terganggu akibat ketegangan di Timur Tengah. Sementara Indonesia masih memiliki pasokan yang stabil, sehingga tidak terdapat dasar untuk menyatakan darurat energi.

Penjelasan Harga Minyak dan Dampaknya

Harga minyak mentah Indonesia saat ini berada di level USD74 per barel. Meski lebih tinggi dari asumsi awal APBN, kenaikan ini belum dianggap mengancam stabilitas fiskal.

1. Batas Aman Kenaikan Harga

Purbaya menyebut bahwa selama harga tidak melonjak terlalu tinggi, pemerintah belum perlu mengambil langkah darurat. Ia menyatakan akan menghitung ulang dampak jika harga terus naik.

2. Pengaruh pada APBN

APBN dirancang dengan berbagai asumsi makro ekonomi. Kenaikan harga minyak sebesar USD4 per barel belum dianggap mengganggu, namun akan terus dipantau agar tidak melebar ke titik kritis.

Strategi Pemerintah ke Depan

Meskipun situasi saat ini masih stabil, pemerintah tidak lengah. Purbaya menyebut bahwa pemantauan terhadap perkembangan global akan terus dilakukan untuk antisipasi.

1. Kewaspadaan Terhadap Ketegangan Global

Konflik di Timur Tengah bisa berdampak pada rantai pasok energi global. Pemerintah terus memantau perkembangan agar bisa merespons dengan cepat jika terjadi gangguan.

2. Menjaga Stabilitas Kebijakan

Purbaya menekankan pentingnya menjaga kebijakan tetap stabil. Ia menyarankan untuk tidak terburu-buru mengubah anggaran atau subsidi selama situasi belum benar-benar kritis.

Baca Juga:  Pertamina Respons Krisis Global dengan Dorong Energi Terbarukan dan Optimalkan Penyaluran BBM!

Disclaimer

Informasi harga minyak dan kebijakan pemerintah bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan situasi global. Data yang disajikan dalam artikel ini adalah berdasarkan kondisi hingga 25 Maret 2026 dan mungkin berbeda di masa mendatang.

Muhammad Rizal Veto
Reporter at anakhiv.id

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.