Ilustrasi emas Galeri 24 dari Pegadaian sempat menjadi sorotan di tengah dinamika harga logam mulia yang cenderung fluktuatif. Pada Rabu, 25 Maret 2026, harga emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian mencatatkan penurunan di semua varian produk. Penurunan ini sejalan dengan tren harga emas dunia yang masih mencari arah di tengah ketidakpastian geopolitik global.
Tak hanya emas, harga perak Antam juga mengalami kenaikan yang cukup signifikan. Di sisi lain, masyarakat Indonesia semakin antusias memanfaatkan layanan digital perpajakan. Data terbaru menunjukkan bahwa sudah lebih dari 16,7 juta orang mengaktivasi akun Coretax, menandakan semakin luasnya adopsi teknologi dalam sistem perpajakan nasional.
Harga Emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian
Harga emas batangan yang dijual oleh PT Pegadaian (Persero) mengalami penurunan pada Rabu, 25 Maret 2026. Penurunan ini terjadi di hampir semua jenis produk emas UBS dan Galeri 24. Perubahan harga ini dipengaruhi oleh dinamika pasar global serta nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.
Berikut daftar terbaru harga emas UBS dan Galeri 24 di Pegadaian per 25 Maret 2026:
| Produk | Harga Beli (Rp) | Harga Jual (Rp) |
|---|---|---|
| UBS 1 gr | 980.000 | 1.000.000 |
| UBS 2 gr | 1.960.000 | 2.000.000 |
| UBS 5 gr | 4.900.000 | 5.000.000 |
| Galeri 24 1 gr | 990.000 | 1.010.000 |
| Galeri 24 2 gr | 1.980.000 | 2.020.000 |
| Galeri 24 5 gr | 4.950.000 | 5.050.000 |
Harga ini bisa berubah sewaktu-waktu tergantung perkembangan pasar. Oleh karena itu, pembeli disarankan untuk selalu mengecek harga terbaru di situs resmi Pegadaian.
Dinamika Harga Emas Dunia
Harga emas global sempat menguat karena ketidakpastian di kawasan Timur Tengah. Namun, pada perdagangan Selasa waktu setempat (Rabu WIB), harga mulai melandai. Pedagang masih menunggu isyarat kebijakan moneter dari bank sentral besar dunia, termasuk Federal Reserve.
Meskipun begitu, emas tetap menjadi aset yang diminati sebagai lindung nilai di tengah gejolak ekonomi global. Fluktuasi harga emas dunia berimbas langsung pada harga emas lokal, termasuk yang dijual oleh Pegadaian dan Antam.
Harga Perak Antam Naik Tajam
Berbeda dengan emas, harga perak Antam justru melonjak. Pada Rabu, 25 Maret 2026, harga perak murni Antam mencapai Rp46.550 per gram. Lonjakan ini terjadi karena permintaan industri yang meningkat serta penawaran yang terbatas di pasar domestik.
Perak Antam biasanya diminati oleh kolektor dan investor skala kecil karena harganya yang lebih terjangkau dibanding emas. Kenaikan harga ini juga mencerminkan tren global yang sedang menguntungkan aset komoditas seperti perak.
Coretax dan Adopsi Teknologi Perpajakan Digital
Sementara itu, di sektor perpajakan, jumlah wajib pajak yang telah mengaktivasi akun Coretax terus meningkat. Berdasarkan data dari Direktorat Jenderal Pajak Kementerian Keuangan, hingga 24 Maret 2026, sudah ada 16.723.354 orang yang mengaktivasi Coretax. Dari jumlah tersebut, sebanyak 8.874.904 orang telah melaporkan SPT Tahunan.
-
Peningkatan kesadaran pajak digital
Masyarakat semakin memahami pentingnya pelaporan pajak secara digital. Coretax mempermudah proses pelaporan dan memberikan akses yang lebih transparan. -
Fasilitas yang lebih lengkap
Coretax menyediakan berbagai fitur, seperti pelaporan SPT, pembayaran pajak, hingga konsultasi perpajakan secara daring. -
Integrasi dengan sistem nasional
Platform ini terintegrasi dengan berbagai layanan pemerintahan lainnya, memungkinkan pengguna mengakses berbagai layanan dalam satu akun. -
Keamanan dan validitas data
Sistem ini menggunakan teknologi keamanan mutakhir untuk menjaga kerahasiaan data wajib pajak. -
Efisiensi waktu dan biaya
Wajib pajak tidak perlu datang ke kantor pajak untuk pelaporan rutin, sehingga lebih efisien dan hemat waktu.
Peningkatan jumlah aktivasi Coretax menunjukkan bahwa digitalisasi di sektor perpajakan mulai memberikan dampak positif. Ini juga sejalan dengan upaya pemerintah untuk mendorong transformasi digital di berbagai sektor publik.
Harga Minyak Dunia dan Dampaknya
Di tengah kenaikan harga emas dan perak, harga minyak dunia juga mengalami fluktuasi. Setelah sempat tergelincir, harga minyak kembali naik karena isu ketegangan geopolitik kembali memanas. Kenaikan harga minyak berpotensi memicu inflasi global, yang bisa berdampak pada harga barang dan jasa di dalam negeri.
Namun, dampak langsung terhadap harga emas dan perak belum terlalu signifikan. Investor masih menunggu kejelasan lebih lanjut dari pihak berwenang di negara-negara penghasil minyak besar.
Kesimpulan
Harga emas dan perak terus menjadi sorotan investor di tengah ketidakpastian ekonomi global. Di sisi lain, antusiasme masyarakat terhadap teknologi perpajakan digital seperti Coretax terus meningkat. Kombinasi antara tren investasi logam mulia dan digitalisasi layanan publik menunjukkan bahwa masyarakat semakin adaptif terhadap perubahan zaman.
Disclaimer: Harga emas, perak, dan data lainnya bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar dan kebijakan yang berlaku. Informasi di atas disajikan berdasarkan data terkini per 25 Maret 2026.
Popy Lestary merupakan jurnalis keuangan dan kreator konten yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya mencakup perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Popy berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca dari semua kalangan.












