Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali menunjukkan performa negatif pada perdagangan Selasa, 31 Maret 2026. Setelah sempat menguat di awal sesi, indeks justru terperosok ke zona merah menjelang penutupan. Pergerakan ini mencerminkan sentimen pasar yang masih ragu-ragu, terutama di tengah ketidakpastian global yang terus menghiasi lanskap investasi.
Secara teknis, IHSG sore hari tercatat turun 43,448 poin atau sekitar 0,61 persen, menempati posisi 7.048. Indeks sempat berada di level tertinggi 7.155 dan terendah 7.031. Volume perdagangan mencapai 27,236 miliar saham dengan nilai transaksi sebesar Rp14,952 triliun. Kapitalisasi pasar tercatat di angka Rp12,447 triliun dengan frekuensi transaksi sebanyak 1,748 juta kali. Dari total saham yang diperdagangkan, hanya 262 saham yang menguat, sementara 406 saham melemah dan 151 saham lainnya stagnan.
Dinamika Pasar dan Sentimen Investor
Pergerakan IHSG yang cenderung negatif tidak lepas dari pengaruh faktor eksternal dan internal. Di pasar global, pernyataan Ketua The Fed Jerome Powell soal inflasi jangka panjang AS yang terkendali memberikan sedikit optimisme. Namun, ketegangan geopolitik yang terus berkembang, terutama terkait konflik antara AS dan Iran, tetap menjadi bayang-bayang yang mengganggu ketenangan investor.
1. Pengaruh Kebijakan The Fed
Powell menyampaikan bahwa ekspektasi inflasi jangka panjang di AS tetap terjaga. Namun, bank sentral AS tetap waspada terhadap perkembangan global, termasuk dampak dari konflik antara AS dan Iran. Pernyataan ini memberikan keyakinan bahwa kenaikan suku bunga tidak akan terjadi dalam waktu dekat, meski tetap menimbulkan kehati-hatian di kalangan pelaku pasar.
2. Lonjakan Harga Minyak Dunia
Harga minyak mentah dunia terus mengalami kenaikan tajam. Pada perdagangan kali ini, kenaikan mencapai 90 persen dari level sebelumnya. Lonjakan ini dipicu oleh ketegangan geopolitik yang memicu kekhawatiran akan gangguan pasokan dari kawasan Timur Tengah. Investor khawatir kenaikan ini akan berdampak langsung pada inflasi global, termasuk di Indonesia.
3. Sentimen Geopolitik yang Menguap
Iran kembali mengeluarkan pernyataan tegas terkait tuntutan yang dianggap berlebihan oleh pihak AS. Sementara itu, negara-negara seperti Mesir, Pakistan, dan Turki menyerukan agar Presiden Donald Trump mengakhiri konflik yang tengah berlangsung. Ketidakjelasan siapa sebenarnya yang menjadi mitra negosiasi dari pihak AS turut menambah ketidakpastian di pasar global.
Potensi Pergerakan IHSG ke Depan
Associate Director of Research and Investment Pilarmas Investindo Sekuritas, Maximilianus Nico Demus, menyampaikan bahwa secara teknikal, IHSG berpotensi melemah terbatas. Support dan resistance saat ini berada di kisaran 7.000 hingga 7.240. Artinya, investor masih memiliki ruang untuk menunggu sebelum memutuskan langkah selanjutnya.
1. Analisis Teknikal
Dari sisi teknikal, IHSG berada dalam fase konsolidasi. Indeks belum menunjukkan tanda-tanda akan bergerak signifikan ke arah manapun. Namun, jika mampu menembus resistance di 7.240, potensi kenaikan bisa terjadi. Sebaliknya, jika justru tembus ke bawah support 7.000, maka bisa terjadi koreksi yang lebih dalam.
2. Rekomendasi untuk Investor
Investor disarankan untuk tetap waspada dan tidak terjebak emosi. Pergerakan pasar saat ini sangat dipengaruhi oleh sentimen global yang bisa berubah dalam hitungan jam. Diversifikasi portofolio dan penggunaan stop loss menjadi langkah penting untuk meminimalkan risiko.
3. Fokus pada Emiten Pilihan
Di tengah ketidakpastian, beberapa sektor masih menunjukkan performa positif. Saham-saham pada sektor pertanian, infrastruktur, dan farmasi menjadi pilihan aman karena memiliki fundamental yang kuat dan tahan terhadap gejolak pasar.
Data Perdagangan Hari Ini
Berikut rincian data perdagangan IHSG pada Selasa, 31 Maret 2026:
| Parameter | Nilai |
|---|---|
| IHSG Awal | 7.122 |
| IHSG Tertinggi | 7.155 |
| IHSG Terendah | 7.031 |
| IHSG Penutupan | 7.048 |
| Total Volume | 27,236 miliar |
| Total Nilai Transaksi | Rp14,952 triliun |
| Kapitalisasi Pasar | Rp12,447 triliun |
| Frekuensi Transaksi | 1.748.000 kali |
| Jumlah Saham Menguat | 262 |
| Jumlah Saham Melemah | 406 |
| Jumlah Saham Stagnan | 151 |
Kesimpulan
Pergerakan IHSG yang turun 0,61 persen mencerminkan situasi pasar yang masih penuh ketidakpastian. Sentimen global yang fluktuatif, ditambah dengan ketegangan geopolitik, membuat investor harus ekstra hati-hati dalam mengambil keputusan. Namun, bukan berarti tidak ada peluang. Investor yang paham teknikal dan fundamental bisa memanfaatkan situasi ini untuk mencari saham-saham undervalued di tengah gejolak.
Disclaimer: Data dan informasi dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada perkembangan pasar. Keputusan investasi sebaiknya disesuaikan dengan kondisi terkini dan pertimbangan profesional.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.











