Multifinance

15 Aplikasi Fintech Investasi Modal Kecil dan Legal OJK Terbaru 2026

Muhammad Rizal Veto
×

15 Aplikasi Fintech Investasi Modal Kecil dan Legal OJK Terbaru 2026

Sebarkan artikel ini
15 Aplikasi Fintech Investasi Modal Kecil dan Legal OJK Terbaru 2026
15 Aplikasi Fintech Investasi Modal Kecil dan Legal OJK Terbaru 2026

Pernah berpikir investasi itu cuma untuk orang kaya?

Anggapan tersebut sudah tidak relevan lagi di tahun 2026. Saat ini, siapa saja bisa mulai berinvestasi hanya dengan modal Rp10.000 melalui berbagai aplikasi fintech yang sudah terdaftar dan diawasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK). Berdasarkan data PT Kustodian Sentral Efek Indonesia (KSEI), jumlah investor pasar modal Indonesia telah menembus 20,32 juta per akhir Desember 2025—melonjak 37% dibandingkan tahun sebelumnya.

Nah, lonjakan ini bukan tanpa alasan. Kemudahan akses melalui aplikasi smartphone menjadi faktor utama yang mendorong masyarakat, terutama generasi muda, terjun ke dunia investasi. Faktanya, 52,59% investor pasar modal Indonesia saat ini berusia di bawah 30 tahun.

Artikel ini menyajikan daftar lengkap 15 aplikasi fintech investasi modal kecil yang sudah mengantongi izin resmi OJK. Informasi yang disajikan berdasarkan data dari OJK, KSEI, serta Bursa Efek Indonesia (BEI) yang dapat berubah sesuai kebijakan terbaru masing-masing regulator dan platform.

15 Aplikasi Investasi Modal Kecil Terbaik 2026

Berikut daftar aplikasi yang telah dikurasi berdasarkan kriteria di atas, dikelompokkan sesuai jenis instrumen investasi.

Reksadana: Mulai dari Rp10.000

Reksadana menjadi pilihan paling populer bagi investor pemula karena dikelola oleh manajer investasi profesional.

1. Bibit

Bibit merupakan aplikasi robo-advisor yang sangat ramah untuk pemula. Teknologi robo-advisor akan membantu menyusun portofolio reksadana berdasarkan profil risiko, usia, dan tujuan keuangan pengguna.

Keunggulan utama Bibit terletak pada kemudahan penggunaan dan fitur auto-invest yang memungkinkan investasi otomatis setiap bulan. Aplikasi ini terdaftar di OJK dengan nama PT Bibit Tumbuh Bersama (nomor SK KEP-14/PM.21/2017).

  • Minimum investasi: Rp10.000
  • Biaya transaksi reksadana: Gratis
  • Produk tersedia: Reksadana, SBN, obligasi FR, saham

2. Bareksa

Sebagai pioneer platform investasi online yang berdiri sejak 2013, Bareksa menawarkan akses ke lebih dari 2.000 produk reksadana dari 100 manajer investasi. Platform ini juga menjadi mitra distribusi resmi Kementerian Keuangan untuk penjualan SBN ritel.

Bareksa telah mendapatkan penghargaan sebagai mitra distribusi SBN terbaik selama empat tahun berturut-turut dari Kementerian Keuangan RI.

  • Minimum investasi: Rp10.000
  • Biaya transaksi reksadana: Gratis
  • Produk tersedia: Reksadana, SBN, emas, saham

3. IPOT (Indo Premier Online Technology)

IPOT merupakan platform dari Indo Premier Sekuritas yang menyediakan layanan investasi lengkap mulai dari reksadana, saham, hingga SBN. Keunggulannya terletak pada integrasi seluruh produk investasi dalam satu aplikasi.

  • Minimum investasi reksadana: Rp100.000
  • Biaya transaksi reksadana: Gratis
  • Produk tersedia: Reksadana, saham, SBN, obligasi

4. Tanamduit

Platform ini fokus pada reksadana dan emas digital dengan interface yang sederhana. Tanamduit cocok untuk investor yang menginginkan diversifikasi antara reksadana dan logam mulia.

  • Minimum investasi: Rp10.000
  • Biaya transaksi: Bervariasi sesuai produk
  • Produk tersedia: Reksadana, emas digital

5. Makmur

Aplikasi besutan PT Inovasi Finansial Teknologi ini menawarkan reksadana syariah dan konvensional dengan proses registrasi yang mudah.

  • Minimum investasi: Rp10.000
  • Biaya transaksi reksadana: Gratis
  • Produk tersedia: Reksadana konvensional dan syariah
Baca Juga:  Cara Cek SLIK OJK Online: Panduan Lengkap iDebku & Alternatif Lainnya

Saham: Mulai dari Rp100.000

Untuk investasi saham, modal awal sangat tergantung pada harga saham yang dibeli. Ada saham dengan harga per lembar Rp50 (1 lot = Rp5.000), ada pula yang mencapai Rp10.000 per lembar (1 lot = Rp1.000.000).

6. Ajaib

Ajaib menjadi salah satu sekuritas paling populer di kalangan investor muda berkat tampilan yang user-friendly dan proses registrasi yang cepat. Platform ini sudah berizin dan diawasi OJK serta terdaftar di BEI.

Data BEI menunjukkan Ajaib Sekuritas (kode broker: XC) konsisten menjadi salah satu sekuritas dengan frekuensi transaksi tertinggi sepanjang 2025.

  • Minimum deposit: Tidak ada
  • Fee transaksi: 0,15% (beli), 0,25% (jual)
  • Produk tersedia: Saham, reksadana, kripto

7. Stockbit

Stockbit menawarkan kombinasi unik antara fitur trading dan komunitas investor. Platform ini dilengkapi forum diskusi, analisis teknikal, dan paper trading untuk latihan sebelum transaksi sungguhan.

Berdasarkan data BEI, Stockbit Sekuritas Digital (kode broker: XL) mencatat frekuensi transaksi tertinggi sepanjang 2025, menguasai lebih dari 31% aktivitas pasar harian.

  • Minimum deposit: Tidak ada
  • Fee transaksi: Kompetitif
  • Produk tersedia: Saham BEI, kripto

8. MOST (Mandiri Sekuritas)

Platform online trading dari Mandiri Sekuritas ini menawarkan stabilitas dan dukungan riset yang kuat. Cocok untuk investor yang membutuhkan analisis fundamental dan teknikal mendalam.

  • Minimum deposit: Bervariasi
  • Fee transaksi: Standar industri
  • Produk tersedia: Saham, obligasi

9. BNI Sekuritas

Aplikasi sekuritas milik BNI ini menyediakan akses ke pasar modal dengan dukungan riset profesional. Per Oktober 2025, BNI Sekuritas telah merenovasi cabangnya di Medan sebagai bagian dari transformasi layanan.

  • Minimum deposit: Bervariasi
  • Fee transaksi: Kompetitif
  • Produk tersedia: Saham, reksadana

SBN (Surat Berharga Negara): Mulai dari Rp1 Juta

SBN ritel merupakan instrumen investasi paling aman karena dijamin oleh negara berdasarkan UU SUN Nomor 24 Tahun 2002.

10. Bareksa SBN

Bareksa menjadi salah satu mitra distribusi SBN terbaik dengan proses pembelian yang mudah. Sepanjang 2025, total penjualan SBN ritel mencapai Rp152,7 triliun dengan lebih dari 431 ribu investor berpartisipasi.

Jenis SBN yang tersedia meliputi ORI (Obligasi Negara Ritel), SR (Sukuk Ritel), SBR (Savings Bond Ritel), dan ST (Sukuk Tabungan).

  • Minimum investasi: Rp1 juta
  • Kupon: Sekitar 6-7% per tahun (sesuai seri)
  • Pajak: 10% (lebih rendah dari bunga deposito 20%)

11. Bibit SBN

Melalui Bibit, investor juga bisa mengakses SBN ritel dengan proses yang terintegrasi dalam satu aplikasi. Fitur simulasi membantu menghitung estimasi imbal hasil sebelum membeli.

  • Minimum investasi: Rp1 juta
  • Kupon: Sesuai seri yang ditawarkan
  • Fitur: Simulasi return, notifikasi jadwal penerbitan

12. Welma

Platform dari BRI ini menyediakan akses ke berbagai produk investasi termasuk SBN ritel. Keunggulannya terletak pada integrasi dengan layanan perbankan BRI.

  • Minimum investasi: Rp1 juta
  • Produk: SBN, reksadana

P2P Lending: Mulai dari Rp100.000

P2P lending menawarkan potensi return lebih tinggi namun dengan risiko yang juga lebih besar. Per Desember 2025, terdapat 95 perusahaan P2P lending yang berizin OJK.

13. KoinWorks

KoinWorks menyediakan platform pendanaan untuk berbagai sektor termasuk bisnis, pendidikan, dan kesehatan. Return bervariasi berdasarkan tingkat risiko pinjaman yang dipilih.

Keunggulan KoinWorks terletak pada dana proteksi yang membantu mengurangi dampak kerugian jika terjadi gagal bayar, meskipun proteksi ini tidak menjamin 100% pengembalian.

  • Minimum pendanaan: Rp100.000
  • Potensi return: 15-38% per tahun (tergantung grade risiko)
  • Fitur: Auto-purchase, dana proteksi
Baca Juga:  Cara Cek SLIK OJK Online: Panduan Lengkap iDebku & Alternatif Lainnya

14. Amartha

Amartha fokus pada pendanaan usaha mikro kecil menengah (UMKM), khususnya pengusaha perempuan di pedesaan. Per Juni 2025, Amartha telah menyalurkan pinjaman modal kerja sebesar Rp35 triliun kepada lebih dari 3,3 juta UMKM.

  • Minimum pendanaan: Rp3 juta
  • Potensi return: 11-15% per tahun
  • TKB90: 98,69%

15. Akseleran

Akseleran menawarkan pendanaan untuk UMKM dengan fitur proteksi asuransi kredit. Platform ini cocok bagi investor yang ingin diversifikasi dengan risiko terukur.

  • Minimum pendanaan: Relatif rendah
  • Potensi return: 12-18% per tahun
  • Fitur: Proteksi asuransi kredit

Langkah Memulai Investasi Pertama

Berikut panduan praktis untuk mulai berinvestasi di aplikasi pilihan.

Persiapan Dokumen

Sebelum mendaftar, siapkan beberapa dokumen berikut:

  • e-KTP yang masih berlaku
  • NPWP (opsional, tapi dibutuhkan untuk SBN)
  • Rekening bank aktif atas nama sendiri
  • Nomor HP aktif untuk verifikasi
  • Email aktif

Proses Registrasi

  1. Unduh aplikasi pilihan dari Google Play Store atau App Store
  2. Buat akun baru dengan memasukkan data sesuai e-KTP
  3. Lakukan verifikasi identitas melalui foto selfie dengan KTP
  4. Tunggu proses verifikasi (biasanya 1-24 jam)
  5. Setelah akun aktif, lakukan top-up saldo pertama
  6. Pilih produk investasi sesuai profil risiko
  7. Mulai investasi perdana

Tips untuk Investor Pemula

Beberapa hal yang perlu diperhatikan saat baru memulai investasi:

  • Mulai dari nominal kecil untuk memahami cara kerja platform
  • Pilih produk dengan risiko rendah seperti reksadana pasar uang atau SBN
  • Jangan investasikan dana darurat—gunakan dana yang memang tidak dibutuhkan dalam waktu dekat
  • Diversifikasi ke beberapa instrumen untuk mengurangi risiko
  • Tetapkan tujuan investasi yang jelas (dana pensiun, DP rumah, dll)
  • Konsisten berinvestasi setiap bulan (dollar cost averaging)

Kontak Pengaduan dan Bantuan

Jika menemukan atau menjadi korban investasi bodong, segera laporkan ke:

Lembaga Kontak Layanan
OJK (Otoritas Jasa Keuangan) 157 Pengaduan dan verifikasi legalitas
WhatsApp OJK 081-157-157-157 Cek legalitas dan pengaduan
Email OJK [email protected] Laporan investasi ilegal
Website OJK ojk.go.id Cek daftar perusahaan legal
Satgas PASTI Via OJK Pemberantasan aktivitas keuangan ilegal
Kepolisian 110 Laporan tindak pidana penipuan

Penutup

Memilih aplikasi fintech investasi yang tepat merupakan langkah awal yang krusial dalam perjalanan finansial. Dengan 15 pilihan aplikasi legal OJK yang telah diulas, seharusnya tidak ada lagi hambatan untuk mulai berinvestasi di tahun 2026.

Ingat, kunci keberhasilan investasi bukan terletak pada besarnya modal, melainkan pada konsistensi dan pemahaman terhadap risiko. Mulailah dari nominal kecil, pelajari cara kerjanya, dan tingkatkan secara bertahap seiring pemahaman yang semakin baik.

Seluruh informasi dalam artikel ini bersumber dari data resmi OJK, KSEI, BEI, serta platform terkait yang dapat berubah sesuai kebijakan terbaru. Selalu verifikasi ulang ke sumber resmi sebelum mengambil keputusan investasi.

Terima kasih sudah membaca sampai akhir. Semoga informasi ini bermanfaat dan membantu langkah awal perjalanan investasi. Selamat berinvestasi dengan bijak!


FAQ

Modal minimal sangat terjangkau di tahun 2026:

  • Reksadana: Mulai dari Rp10.000
  • Emas digital: Mulai dari Rp5.000
  • SBN (Surat Berharga Negara): Minimal Rp1 juta
  • P2P Lending: Mulai dari Rp100.000
  • Saham: Tidak ada minimum deposit, pembelian minimal 1 lot (100 lembar)

Ada beberapa cara untuk mengecek legalitas aplikasi investasi:

  • Website OJK: Kunjungi ojk.go.id → menu Daftar Perusahaan
  • Telepon: Hubungi contact center OJK di nomor 157
  • WhatsApp: Kirim pesan ke 081-157-157-157 dengan format #NamaAplikasi
  • Aplikasi: Download OJK Mobile dan cek di menu Legalitas Fintech

Berikut perbedaan utama keempat instrumen investasi:

  • Reksadana: Kumpulan dana yang dikelola manajer investasi profesional. Cocok untuk pemula dengan risiko terdiversifikasi.
  • Saham: Kepemilikan langsung di perusahaan. Potensi return tinggi namun risiko juga tinggi dan perlu analisis mandiri.
  • SBN: Obligasi pemerintah dengan jaminan negara. Paling aman dengan kupon tetap setiap bulan.
  • P2P Lending: Platform yang mempertemukan pendana dengan peminjam. Return tinggi tapi ada risiko gagal bayar.

Tidak ada investasi yang menjamin keuntungan pasti, kecuali SBN yang dijamin pemerintah untuk pembayaran pokok dan kuponnya berdasarkan UU SUN Nomor 24 Tahun 2002. Reksadana, saham, dan P2P lending memiliki risiko kerugian sesuai kondisi pasar.

⚠️ Peringatan: Jika ada platform yang menjanjikan “pasti untung” dengan return sangat tinggi, itu adalah ciri investasi bodong yang harus dihindari.

Pajak investasi bervariasi sesuai instrumen:

  • Reksadana: Tidak dikenakan pajak untuk keuntungan investor
  • Saham: PPh 0,1% dari nilai transaksi jual
  • SBN: Pajak kupon 10% (lebih rendah dari deposito 20%)
  • P2P Lending: Sesuai ketentuan pajak penghasilan

Pajak biasanya sudah dipotong otomatis oleh platform sehingga investor tidak perlu menghitung manual.

Likuiditas setiap instrumen berbeda-beda:

  • Reksadana: Bisa dicairkan kapan saja, waktu pencairan 1-7 hari kerja tergantung jenisnya
  • Saham: Bisa dijual kapan saja saat bursa buka, settlement T+2
  • SBN ORI & SR: Bisa dijual di pasar sekunder setelah masa holding period
  • SBN SBR & ST: Fasilitas early redemption maksimal 50% setelah 1 tahun
  • P2P Lending: Umumnya harus menunggu hingga tenor pinjaman selesai

Jika menjadi korban investasi bodong, segera lakukan langkah berikut:

  • Laporkan ke OJK: Telepon 157 atau email [email protected]
  • Amankan bukti: Screenshot semua transaksi, chat, dan dokumen terkait
  • Lapor kepolisian: Buat laporan untuk proses hukum pidana penipuan
  • Jangan transfer lagi: Abaikan permintaan dana tambahan dengan alasan apapun
  • Jangan hapus aplikasi: Simpan sebagai barang bukti sampai proses selesai
Muhammad Rizal Veto
Reporter at anakhiv.id

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.