Multifinance

Mengapa Kelas Menengah Jadi Target Utama Pengeluaran dan Gaya Hidup Modern?

Nurkasmini Nikmawati
×

Mengapa Kelas Menengah Jadi Target Utama Pengeluaran dan Gaya Hidup Modern?

Sebarkan artikel ini
Mengapa Kelas Menengah Jadi Target Utama Pengeluaran dan Gaya Hidup Modern?

Masyarakat kelas menengah kerap disebut sebagai tulang punggung ekonomi suatu negara. Mereka bukan hanya aktor ekonomi yang produktif, tapi juga konsumen utama berbagai produk dan layanan. Di tengah dinamika ekonomi yang terus berubah, memahami siapa sebenarnya kelas menengah, berapa besar pengeluaran mereka, dan bagaimana ciri-cirinya menjadi penting untuk melihat arah perkembangan sosial dan ekonomi.

Kemunculan dan pertumbuhan kelas menengah sering kali menjadi indikator positif bagi stabilitas negara. Kelompok ini tidak hanya berkontribusi besar terhadap pertumbuhan ekonomi melalui konsumsi, tapi juga pada partisipasi politik dan sosial yang moderat. Di Indonesia, pengukuran kelas menengah menggunakan pendekatan dari Bank Dunia yang menilai berdasarkan konsumsi per kapita relatif terhadap garis kemiskinan.

Definisi dan Pengukuran Kelas Menengah

Kelas menengah tidak hanya ditentukan dari besaran penghasilan. Lebih dari itu, pengeluaran per kapita menjadi parameter utama. Ini karena pengeluaran mencerminkan pola hidup dan kemampuan ekonomi secara realistis. Bank Dunia membagi masyarakat ke dalam beberapa kategori berdasarkan konsumsi per kapita dibandingkan dengan garis kemiskinan.

Berdasarkan data dari Kementerian Keuangan dan Bank Dunia, berikut klasifikasi kelas masyarakat berdasarkan konsumsi per kapita:

Kategori Konsumsi per kapita
Miskin Kurang dari 1x garis kemiskinan
Rentan 1 – 1,5x garis kemiskinan
Menuju Kelas Menengah 1,5 – 3,5x garis kemiskinan
Kelas Menengah 3,5 – 17x garis kemiskinan
Kelas Atas Lebih dari 17x garis kemiskinan

Garis kemiskinan di Indonesia per September 2024 adalah sebesar Rp595.242 per kapita per bulan. Dengan menggunakan rasio Bank Dunia, maka kelas menengah berada pada kisaran pengeluaran antara Rp2.083.347 hingga Rp10.119.114 per kapita per bulan.

Disclaimer: Besaran garis kemiskinan dan klasifikasi kelas masyarakat dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan pemerintah dan kondisi ekonomi nasional.

Ciri-ciri Masyarakat Kelas Menengah

Menjadi bagian dari kelas menengah bukan sekadar soal angka pengeluaran. Ada sejumlah ciri khas yang umumnya dimiliki oleh kelompok ini. Ciri-ciri ini mencakup aspek ekonomi, sosial, hingga gaya hidup.

1. Pendapatan dan Pengeluaran yang Stabil

Masyarakat kelas menengah biasanya memiliki penghasilan tetap dari sumber yang terjamin, seperti gaji tetap atau usaha yang stabil. Dengan pendapatan yang konsisten, mereka mampu memenuhi kebutuhan dasar, kebutuhan sekunder, dan bahkan menyisihkan sebagian untuk tabungan.

2. Kepemilikan Aset Produktif

Kepemilikan aset seperti rumah dan kendaraan pribadi menjadi salah satu indikator nyata dari stabilitas ekonomi. Mereka tidak hanya mengonsumsi, tapi juga memiliki nilai investasi dalam bentuk properti atau kendaraan yang bisa digunakan untuk produktivitas.

3. Akses ke Layanan Berkualitas

Kelas menengah umumnya mampu membiayai pendidikan berkualitas untuk anak-anaknya dan memiliki akses terhadap layanan kesehatan yang memadai. Ini menunjukkan bahwa mereka tidak hanya memenuhi kebutuhan dasar, tapi juga berinvestasi pada masa depan.

4. Kebebasan Finansial Terbatas

Meski tidak sepenuhnya bebas dari tekanan ekonomi, kelas menengah memiliki kontrol yang lebih baik terhadap pengeluaran, tabungan, dan investasi. Mereka tidak bergantung pada bantuan pemerintah dan cenderung lebih mandiri secara finansial.

5. Gaya Hidup Sehat dan Investasi Jangka Panjang

Kesadaran terhadap kesehatan dan masa depan menjadi bagian dari budaya kelas menengah. Mereka cenderung menjaga pola makan, berolahraga secara rutin, dan berinvestasi untuk jaminan hari tua atau pensiun.

Faktor yang Mendorong Pertumbuhan Kelas Menengah

Pertumbuhan kelas menengah tidak terjadi begitu saja. Ada sejumlah faktor yang mendorong seseorang atau keluarga bisa naik kelas secara ekonomi. Memahami faktor ini penting untuk melihat bagaimana kebijakan ekonomi dapat dirancang agar lebih inklusif.

1. Pertumbuhan Ekonomi yang Berkelanjutan

Ekonomi yang tumbuh secara stabil dan inklusif memberi ruang bagi lebih banyak orang untuk keluar dari kemiskinan dan masuk ke kelas menengah. Kebijakan yang mendukung distribusi pendapatan yang merata juga menjadi kunci dalam memperluas ukuran kelas menengah.

2. Ketersediaan Lapangan Kerja Berkualitas

Lapangan kerja yang menawarkan gaji layak, tunjangan, dan kepastian masa depan adalah salah satu faktor utama. Pekerjaan yang stabil memungkinkan individu untuk mengatur keuangan dengan lebih baik dan meningkatkan kualitas hidup.

3. Akses terhadap Pendidikan Berkualitas

Pendidikan tinggi atau keahlian khusus membuka peluang bagi individu untuk mendapatkan pekerjaan yang lebih baik. Semakin tinggi kualitas pendidikan yang diakses, semakin besar kemungkinan seseorang untuk masuk ke kelas menengah.

4. Mobilitas Sosial dan Kerentanan Ekonomi

Meski kelas menengah terus bertambah, kelompok ini tetap rentan terhadap guncangan ekonomi. Misalnya, mereka yang berada di ambang batas kelas menengah bisa dengan mudah turun kelas jika mengalami pemotongan gaji atau pengeluaran mendadak.

Peran Kelas Menengah dalam Stabilitas Sosial

Kelas menengah bukan hanya aktor ekonomi, tapi juga sosial dan politik. Mereka cenderung moderat dalam pandangan, tidak terlalu ekstrem ke kiri atau kanan. Ini menjadikan mereka sebagai penyeimbang dalam dinamika politik dan sosial.

Selain itu, kelas menengah juga menjadi motor konsumsi. Kebutuhan mereka tidak hanya terbatas pada kebutuhan dasar, tapi juga pada barang dan jasa berkualitas. Dari sinilah lahir permintaan yang mendorong pertumbuhan sektor usaha dan penciptaan lapangan kerja.

Namun, penting untuk diingat bahwa kelas menengah bukan kelompok yang homogen. Ada variasi dalam penghasilan, gaya hidup, dan akses terhadap sumber daya. Kebijakan yang ingin menumbuhkan atau mempertahankan kelas menengah harus mempertimbangkan keragaman ini.

Penutup

Masyarakat kelas menengah memiliki peran strategis dalam menjaga keseimbangan ekonomi dan sosial. Dengan pengeluaran yang berada di atas ambang kemiskinan hingga batas tertentu, mereka menjadi penggerak konsumsi dan investasi. Memahami ciri-ciri serta faktor pendukung keberadaan mereka adalah langkah awal untuk merancang kebijakan yang inklusif dan berkelanjutan.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at anakhiv.id

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.