Harga emas kembali menunjukkan performa positif, memperpanjang tren kenaikan yang sudah berlangsung sejak awal pekan. Lonjakan ini terjadi seiring dengan munculnya kebijakan baru dari pemerintahan AS dan data ekonomi yang memicu sentimen hati-hati di pasar global. Emas, sebagai aset safe-haven, kembali menjadi pilihan utama investor yang mencari stabilitas di tengah ketidakpastian.
Kenaikan harga emas terjadi untuk keempat kalinya berturut-turut pada perdagangan Senin, 23 Februari 2026. Lonjakan ini didorong oleh sejumlah faktor, termasuk kebijakan tarif baru dari Presiden AS serta data ekonomi terbaru yang menunjukkan pertumbuhan yang melambat namun tetap disertai tekanan inflasi.
Faktor Pendorong Kenaikan Harga Emas
Kenaikan harga emas tidak datang dari kebetulan. Ada beberapa faktor penting yang berkontribusi langsung terhadap lonjakan nilai logam mulia ini. Dari kebijakan perdagangan hingga data makroekonomi, semua berperan dalam menciptakan kondisi yang mendukung permintaan emas.
1. Kebijakan Tarif Global oleh Pemerintah AS
Presiden AS mengumumkan rencana penerapan tarif sebesar 10 persen terhadap impor global selama 150 hari. Kebijakan ini diambil berdasarkan Pasal 122 dari undang-undang perdagangan AS, setelah Mahkamah Agung membatalkan kebijakan tarif sebelumnya yang lebih luas.
Pemerintah kemudian meningkatkan tarif menjadi 15 persen, yang merupakan batas maksimum yang diizinkan berdasarkan undang-undang tersebut. Langkah ini memicu kekhawatiran akan adanya tindakan balasan dari negara-negara mitra dagang serta potensi gangguan pada rantai pasokan global.
2. Sentimen Risiko Menurun di Pasar Global
Pengumuman kebijakan tarif tersebut langsung memengaruhi sentimen pasar. Investor yang semula optimis mulai mengambil langkah hati-hati. Banyak dari mereka beralih ke aset aman seperti emas batangan dan obligasi pemerintah AS.
Ketidakpastian mengenai durasi dan cakupan tarif, serta potensi tantangan hukum dan politik, semakin menambah volatilitas pasar. Situasi ini membuat emas semakin menarik sebagai tempat penyimpanan nilai jangka pendek.
3. Data Ekonomi AS yang Kontradiktif
Data ekonomi terbaru dari AS memberikan gambaran yang cukup rumit. Produk domestik bruto (PDB) AS pada kuartal keempat tumbuh sebesar 1,4 persen secara tahunan. Angka ini merupakan perlambatan signifikan dibandingkan dengan kuartal sebelumnya.
Namun, di sisi lain, inflasi masih tetap tinggi. Indeks harga Pengeluaran Konsumsi Pribadi (PCE), yang menjadi indikator utama inflasi pilihan Federal Reserve, mencatat kenaikan tahunan sebesar 2,9 persen pada bulan Desember. Angka inti (yang tidak termasuk volatilitas harga makanan dan energi) bahkan mencapai sekitar 3,0 persen.
Dampak Kombinasi Perlambatan Ekonomi dan Inflasi
Gabungan antara pertumbuhan ekonomi yang melambat dan inflasi yang tetap tinggi menciptakan kondisi yang mendukung permintaan emas. Logam mulia ini dikenal sebagai alat lindung nilai terhadap ketidakpastian ekonomi dan penyimpan nilai jangka panjang.
Perlambatan pertumbuhan ekonomi menunjukkan bahwa momentum ekonomi sedang melambat. Namun, tetap tingginya inflasi menunjukkan bahwa daya beli konsumen masih tertekan. Dalam situasi seperti ini, emas menjadi pilihan logis bagi investor yang ingin menjaga nilai aset mereka tetap stabil.
Pergerakan Harga Emas Terkini
Berdasarkan data dari Investing.com, harga emas spot terakhir naik sebesar 0,8 persen menjadi USD 5.143,55 per ons. Sementara itu, kontrak berjangka emas AS naik lebih tajam, yaitu sebesar 1,7 persen, mencapai USD 5.165,86.
Lonjakan ini merupakan kelanjutan dari tren positif yang terjadi sepanjang pekan lalu. Pekan sebelumnya, harga emas juga naik lebih dari 1 persen, dipicu oleh ketegangan geopolitik antara AS dan Iran yang memicu permintaan aset safe-haven.
Berikut adalah ringkasan pergerakan harga emas dalam beberapa hari terakhir:
| Hari | Harga Spot (USD/ons) | Kenaikan (%) |
|---|---|---|
| Jumat, 20 Februari 2026 | 5.098,32 | – |
| Sabtu, 21 Februari 2026 | 5.112,45 | +0,28% |
| Minggu, 22 Februari 2026 | 5.132,10 | +0,39% |
| Senin, 23 Februari 2026 | 5.143,55 | +0,80% |
Alasan Emas Tetap Menjadi Pilihan Investor
Emas memiliki sejumlah keunggulan yang membuatnya tetap diminati, terutama di masa ketidakpastian. Pertama, emas tidak terpengaruh langsung oleh kebijakan moneter seperti suku bunga atau pencetakan uang. Kedua, emas memiliki likuiditas tinggi dan diterima secara global.
Selain itu, emas juga tidak menghasilkan dividen atau bunga, namun nilai intrinsiknya tetap stabil dalam jangka panjang. Ini membuatnya cocok sebagai alat lindung nilai saat pasar saham atau obligasi sedang tidak stabil.
Tips Memantau Harga Emas
Bagi yang tertarik memantau atau bahkan berinvestasi di emas, ada beberapa hal yang perlu diperhatikan agar tidak ketinggalan tren.
1. Pantau Kebijakan Makroekonomi Global
Kebijakan pemerintah, terutama di negara besar seperti AS, sangat berpengaruh terhadap harga emas. Termasuk kebijakan tarif, fiskal, dan moneter.
2. Amati Data Inflasi dan Pertumbuhan Ekonomi
Data seperti PDB, inflasi inti, dan tingkat pengangguran bisa menjadi indikator awal pergerakan harga emas. Semakin tinggi ketidakpastian ekonomi, semakin besar kemungkinan emas naik.
3. Perhatikan Sentimen Geopolitik
Ketegangan antar negara, konflik regional, atau ancaman perang sering kali memicu lonjakan permintaan emas. Investor cenderung mencari aset aman saat situasi dunia tidak menentu.
Disclaimer
Harga emas sangat fluktuatif dan dipengaruhi oleh berbagai faktor eksternal seperti kebijakan pemerintah, kondisi ekonomi global, dan sentimen pasar. Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat terbatas pada tanggal tertentu dan dapat berubah sewaktu-waktu tanpa pemberitahuan sebelumnya. Investasi dalam emas atau komoditas lainnya mengandung risiko, termasuk risiko kehilangan nilai. Sebelum membuat keputusan investasi, sebaiknya lakukan riset mandiri atau konsultasi dengan ahli keuangan.
Popy Lestary merupakan jurnalis keuangan dan kreator konten yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya mencakup perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Popy berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca dari semua kalangan.












