Multifinance

Pertamina NRE Pastikan Stabilitas Pasokan Energi Selama Lebaran dengan Gelaran Commander’s Call!

Muhammad Rizal Veto
×

Pertamina NRE Pastikan Stabilitas Pasokan Energi Selama Lebaran dengan Gelaran Commander’s Call!

Sebarkan artikel ini
Pertamina NRE Pastikan Stabilitas Pasokan Energi Selama Lebaran dengan Gelaran Commander’s Call!

Pertamina New & Renewable Energy (NRE) menggelar kegiatan strategis menjelang Ramadan dan Idulfitri 2026. Kegiatan ini dikenal dengan sebutan Commander’s Call, yang diadakan di fasilitas pembangkit listrik PT Jawa Satu Power, Cilamaya Wetan, Karawang. Tujuannya jelas: memastikan seluruh unit operasi dan proyek siap menjaga pasokan energi secara andal selama momen religius dan libur nasional yang krusial ini.

Kehadiran pimpinan, manajemen, hingga pekerja dari berbagai anak perusahaan SH PNRE seperti PT Pertamina Geothermal Energy Tbk (PGE), PT Jawa Satu Power, dan PT Jawa Satu Regas menunjukkan betapa pentingnya sinergi internal dalam menjaga kestabilan energi nasional. Forum ini bukan sekadar seremoni rutin, tapi ajang evaluasi dan penguatan komitmen bersama agar layanan energi tetap optimal saat permintaan masyarakat meningkat.

1. Koordinasi Strategis Menuju Keandalan Energi

Dalam Commander’s Call, fokus utama adalah memastikan semua entitas di bawah SH PNRE berada dalam kondisi siap siaga. Direktur Utama Pertamina NRE, John Anis, menegaskan bahwa keandalan energi bukan hanya soal fasilitas, tapi juga sistem koordinasi yang solid.

Periode Ramadan dan Idulfitri menjadi waktu krusial karena lonjakan penggunaan listrik di rumah tangga dan aktivitas keagamaan. Oleh karena itu, integrasi antara monitoring, manajemen risiko, dan kesiapan operasional harus dioptimalkan.

John juga mengingatkan agar semua pihak menjaga kewaspadaan terhadap potensi insiden. Delapan pesan HSSE (Health, Safety, Security, and Environment) menjadi panduan utama selama masa transisi ini.

2. Pemanfaatan Teknologi Digital untuk Optimalisasi Operasional

Teknologi digital menjadi tulang punggung operasional SH PNRE. Direktur Proyek & Operasi, Norman Ginting, menjelaskan bahwa digitalisasi saat ini mencakup tiga aspek utama: keselamatan, keandalan aset, dan keberlanjutan operasi.

SH PNRE telah mengembangkan aplikasi NOVA (New & Renewable Energy Operation and Visualization) yang memungkinkan monitoring real-time kinerja operasional. Aplikasi ini menjadi alat bantu penting dalam memantau kesehatan aset dan kinerja proyek secara menyeluruh.

Selain itu, penerapan AI CCTV dan face recognition digunakan untuk meningkatkan kepatuhan penggunaan APD serta memastikan keabsahan personel yang bekerja di lapangan. Teknologi ini membantu meminimalkan risiko keselamatan kerja.

3. G-Bionic: Sistem Cerdas untuk Operasi Panas Bumi

Pemanfaatan G-Bionic di PT Pertamina Geothermal Energy (PGE) menjadi bagian dari upaya digitalisasi yang inovatif. Sistem ini memungkinkan monitoring operasi pengeboran secara real-time dan memberikan deteksi dini terhadap potensi gangguan seperti stuck pipe.

Dengan G-Bionic, PGE bisa lebih cepat merespons kondisi tidak normal di lapangan. Ini penting untuk menjaga keberlanjutan pasokan energi panas bumi selama periode Idulfitri.

Implementasi ini tidak hanya meningkatkan efisiensi pengeboran, tetapi juga memperkuat keandalan operasional secara keseluruhan. Data yang dihasilkan membantu pengambilan keputusan yang lebih cepat dan tepat.

4. Fokus pada Keselamatan dan Kewaspadaan Operasional

John Anis kembali menekankan pentingnya menjaga keselamatan kerja selama masa kritis ini. Pengalaman menunjukkan bahwa insiden sering terjadi karena kelalaian, terutama saat aktivitas padat dan tekanan kerja tinggi.

Penggunaan Stop Work Authority (SWA) menjadi bagian dari langkah antisipatif. Jika ada kondisi yang dianggap tidak aman, pekerja memiliki kewenangan untuk menghentikan aktivitas. Ini adalah bentuk komitmen terhadap keselamatan yang tidak bisa ditawar.

5. Evaluasi dan Kesiapan Operasional Selama Ramadan dan Idulfitri

Sebelum memasuki periode Ramadan dan Idulfitri, SH PNRE melakukan evaluasi menyeluruh terhadap seluruh unit operasi. Evaluasi ini mencakup kesiapan aset, sistem monitoring, hingga kesiapan SDM lapangan.

Berikut adalah ringkasan kesiapan operasional berdasarkan hasil Commander’s Call:

Komponen Status Kesiapan Catatan
Fasilitas Pembangkit Siap Operasi Semua unit berjalan normal
Sistem Monitoring Terintegrasi NOVA dan G-Bionic aktif 24/7
SDM Lapangan Siap Siaga Sudah diberikan briefing khusus
Protokol Keselamatan Terpenuhi APD wajib dan SWA aktif
Teknologi Pendukung Terpasang AI CCTV, face recognition, dan sistem real-time

6. Sinergi Internal untuk Menjaga Keandalan Energi

Kesuksesan menjaga keandalan energi selama Ramadan dan Idulfitri tidak bisa dicapai tanpa sinergi antarentitas. SH PNRE terdiri dari berbagai perusahaan yang memiliki peran spesifik, mulai dari pembangkit hingga distribusi energi bersih.

Koordinasi lintas entitas ini memastikan bahwa setiap proses berjalan mulus. Data yang dihasilkan dari masing-masing unit bisa saling melengkapi dan memperkuat pengambilan keputusan secara kolektif.

7. Komitmen Jangka Panjang terhadap Energi Bersih

Commander’s Call bukan hanya soal persiapan jangka pendek. Ini juga menjadi momentum untuk memperkuat komitmen jangka panjang terhadap pengembangan energi bersih dan berkelanjutan.

SH PNRE terus mengembangkan proyek-proyek energi terbarukan seperti panas bumi, surya, dan limbah. Keandalan operasional selama momen krusial seperti Idulfitri menjadi tolak ukur seberapa siap mereka dalam mendukung transisi energi nasional.

8. Evaluasi Pasca-Idulfitri dan Rencana Lanjutan

Setelah Idulfitri, SH PNRE akan melakukan evaluasi menyeluruh terhadap kinerja operasional. Data yang dikumpulkan selama periode libur akan dianalisis untuk mengidentifikasi area perbaikan.

Rencana pengembangan selanjutnya akan disesuaikan dengan hasil evaluasi ini. Tujuannya adalah terus meningkatkan efisiensi, keandalan, dan keamanan operasional.


Disclaimer: Informasi dalam artikel ini bersifat valid hingga Maret 2026. Data operasional, jadwal, dan status kesiapan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi lapangan dan kebijakan perusahaan.

Muhammad Rizal Veto
Reporter at anakhiv.id

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.