Multifinance

Emas Antam Anjlok! Haruskah Beli Sekarang atau Nanti?

Erna Agnesa
×

Emas Antam Anjlok! Haruskah Beli Sekarang atau Nanti?

Sebarkan artikel ini
Emas Antam Anjlok! Haruskah Beli Sekarang atau Nanti?

Harga emas Antam hari ini, Selasa, 22 September 2026, kembali mengalami penurunan. Setelah sempat stabil di level Rp2.628.000 per gram, kini harga emas batangan ukuran 1 gram turun menjadi Rp2.627.000. Penurunan ini cukup kecil, hanya Rp1.000, tapi tetap saja menjadi perhatian bagi para investor dan kolektor emas.

Tak hanya harga jual, harga buyback atau pembelian kembali emas Antam juga mengalami penyesuaian. Kini berada di angka Rp2.462.000 per gram. Bagi yang sudah memiliki emas batangan, angka ini penting untuk dipertimbangkan sebelum memutuskan menjual kembali.

Harga Emas Antam Hari Ini

Pergerakan harga emas Antam selalu menjadi sorotan, terutama bagi mereka yang menggunakan emas sebagai instrumen investasi. Meski fluktuasinya tergolong kecil, perubahan harga ini bisa menjadi pertimbangan dalam pengambilan keputusan.

Berikut adalah rincian harga emas Antam terbaru per 22 September 2026:

Berat Harga Jual (Rp) Harga Beli Kembali (Buyback) (Rp)
0,5 gram 1.363.500
1 gram 2.627.000 2.462.000
2 gram 5.194.000
3 gram 7.766.000
5 gram 12.910.000
10 gram 25.765.000
25 gram 64.287.000
50 gram 128.495.000
100 gram 256.912.000
250 gram 642.015.000
500 gram 1.283.820.000
1.000 gram 2.567.600.000

Catatan: Harga buyback hanya tersedia untuk emas batangan Antam dengan sertifikat asli.

1. Memahami Penyebab Penurunan Harga Emas

Penurunan harga emas Antam hari ini bisa dipengaruhi oleh beberapa faktor makroekonomi. Salah satunya adalah pergerakan harga emas dunia yang cenderung melemah. Kondisi ini sering kali terjadi ketika investor lebih memilih instrumen berisiko seperti saham atau mata uang kuat seperti dolar AS.

Selain itu, kebijakan Bank Indonesia dalam mengatur likuiditas pasar juga turut memengaruhi harga emas lokal. Ketika suku bunga acuan naik, emas yang tidak memberikan yield bisa kurang menarik dibandingkan instrumen berbunga.

Baca Juga:  Emas Perhiasan Tembus Rp2,460 Juta per Gram, Ini Waktunya Beli atau Jual?

2. Strategi Investasi Emas Saat Harga Turun

Bagi investor jangka panjang, penurunan harga bisa jadi peluang. Saat harga emas turun, nilai beli menjadi lebih terjangkau. Ini adalah momen yang tepat untuk menambah porsi emas dalam portofolio, terutama jika sudah memiliki dana darurat dan instrumen investasi lainnya.

Namun, penting juga untuk tidak terburu-buru. Pasar emas bisa berubah cepat, dan menunggu tren yang lebih jelas bisa menjadi pilihan yang lebih aman.

3. Tips Membeli Emas Antam Secara Bijak

Investasi emas tidak harus dalam jumlah besar sekaligus. Mulai dari ukuran kecil seperti 0,5 gram atau 1 gram sudah bisa menjadi langkah awal. Ini juga mengurangi risiko jika harga terus turun.

Pastikan juga untuk membeli langsung dari outlet resmi Logam Mulia atau Antam. Emas batangan resmi dilengkapi dengan sertifikat yang menjamin keaslian dan nilai jual kembali di masa depan.

Kapan Waktu Terbaik Membeli Emas?

Menentukan waktu beli emas bukan perkara mudah. Banyak faktor yang bermain, mulai dari kondisi ekonomi global hingga kebijakan moneter nasional. Namun, ada beberapa indikator yang bisa dijadikan pertimbangan.

1. Pergerakan Dolar AS

Ketika dolar menguat, harga emas biasanya cenderung tertekan. Sebaliknya, saat dolar melemah, emas sering kali menguat. Investor bisa memantau indeks dolar sebagai salah satu acuan.

2. Inflasi dan Suku Bunga

Emas sering dijadikan lindung nilai saat inflasi tinggi. Namun, jika suku bunga naik secara signifikan, daya tarik emas bisa menurun karena tidak memberikan return berupa bunga.

3. Ketidakpastian Global

Situasi geopolitik yang tidak menentu atau krisis ekonomi global biasanya membuat investor beralih ke safe haven assets seperti emas. Ini bisa menjadi peluang beli emas dengan harga yang lebih kompetitif.

Baca Juga:  Emas Antam Turun Tajam Jadi Rp2.624.000 per Gram, Ini Waktunya Beli atau Justru Harus Waspadai Risiko?

Apakah Emas Masih Layak Dibeli?

Investasi emas tetap relevan sebagai bagian dari diversifikasi portofolio. Tidak hanya soal keuntungan, emas juga memiliki nilai simbolis dan bisa menjadi aset yang mudah dicairkan saat dibutuhkan.

Namun, seperti semua investasi, penting untuk tidak memasukkan seluruh dana ke dalam satu instrumen. Kombinasi antara emas, saham, reksa dana, dan instrumen lainnya bisa memberikan keseimbangan risiko dan return.

Disclaimer

Harga emas sangat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar. Data di atas bersifat terkini per tanggal 22 September 2026 dan bisa saja berbeda pada hari berikutnya. Sebelum membeli, selalu pastikan informasi terbaru dari sumber resmi Logam Mulia atau Antam.

Erna Agnesa
Reporter at anakhiv.id

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.