Multifinance

Investor Panik! IHSG Anjlok 0,52% ke Level 8.192 pada Perdagangan Pagi Ini?

Nurkasmini Nikmawati
×

Investor Panik! IHSG Anjlok 0,52% ke Level 8.192 pada Perdagangan Pagi Ini?

Sebarkan artikel ini
Investor Panik! IHSG Anjlok 0,52% ke Level 8.192 pada Perdagangan Pagi Ini?

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) kembali melemah di awal perdagangan hari ini. Pagi ini, Jumat 27 Februari 2026, IHSG dibuka di level 8.211,305, namun tak butuh waktu lama langsung terkoreksi ke level 8.192,700. Penurunan ini setara dengan 42,561 poin atau 0,52 persen.

Performa pasar saham pagi ini menunjukkan tekanan jual yang cukup signifikan. Terdapat 395 saham yang mengalami penurunan, sementara 197 saham berhasil menguat dan 150 saham lainnya stagnan. Total transaksi yang tercatat hingga pukul 09.46 WIB mencapai Rp6,958 triliun dengan volume perdagangan sebanyak 16,07 miliar saham.

IHSG di Ambang Tekanan Lebih Lanjut

Pergerakan IHSG pagi ini sempat mengundang perhatian investor, terutama terkait apakah level 8.200 bisa bertahan sebagai support. Fanny Suherman, Head of Retail Research BNI Sekuritas, menyebut bahwa jika level tersebut bisa dipertahankan, IHSG berpotensi rebound teknikal terbatas dalam jangka pendek.

Namun, jika harga menembus ke bawah level 8.200, maka koreksi bisa berlanjut hingga ke area 8.050. Fanny memperkirakan support IHSG berada di kisaran 8.126 hingga 8.200, sementara resisten berada di 8.280 hingga 8.320.

1. Penutupan Sebelumnya yang Melemah

IHSG pada perdagangan Kamis (26/2) ditutup dengan koreksi sebesar 1,04 persen. Penurunan ini terjadi seiring dengan net sell asing yang mencapai Rp409 miliar. Saham-saham yang menjadi sasaran asing antara lain BBCA, INKP, BBNI, ANTM, dan EXCL.

2. Sentimen Global yang Kurang Menggembirakan

Di tengah situasi tersebut, sentimen global juga belum sepenuhnya mendukung. Indeks Wall Street pada Kamis (26/2) mayoritas melemah. Laporan keuangan Nvidia dan Salesforce yang dirilis belum cukup kuat untuk mengangkat seluruh pasar.

Indeks S&P 500 turun 0,54 persen, Nasdaq Composite anjlok 1,18 persen, meski Dow Jones Industrial Average naik tipis 0,03 persen. Investor global masih menunggu sinyal lebih kuat dari sektor teknologi, terutama terkait pengembangan kecerdasan buatan.

Baca Juga:  Saham-Saham Ini Bisa Jadi Pilihan Investasi Menguntungkan di Akhir Pekan!

3. Performa Asia-Pasifik yang Campur Aduk

Sementara itu, bursa Asia-Pasifik menunjukkan performa yang beragam. Setelah laporan kinerja Nvidia yang melampaui ekspektasi, beberapa indeks regional justru menguat.

Indeks Nikkei 225 Jepang naik 0,29 persen, Topix melonjak 0,97 persen. KOSPI Korea Selatan dan ASX 200 Australia juga menguat masing-masing 0,52 persen. Namun, Hang Seng Hong Kong justru terperosok 1,4 persen, CSI 300 China turun 0,2 persen, dan Taiex Taiwan stagnan.

Faktor-Faktor yang Mendorong Pelemahan IHSG

Pelemahan IHSG pagi ini tidak terjadi begitu saja. Ada beberapa faktor yang turut memengaruhi, baik dari dalam negeri maupun luar negeri.

1. Net Sell Asing yang Masih Terjadi

Investor asing masih melakukan net sell di pasar saham domestik. Transaksi jual bersih ini mencerminkan kurangnya kepercayaan investor global terhadap pasar lokal, terutama di tengah ketidakpastian makroekonomi global.

2. Laporan Kinerja Emiten Besar

Beberapa emiten besar seperti BBCA dan ANTM menjadi sasaran asing. Ini menunjukkan bahwa investor masih selektif dalam menilai kinerja perusahaan-perusahaan besar, terutama yang memiliki eksposur global.

3. Sentimen Teknologi Global yang Belum Stabil

Sentimen sektor teknologi global masih belum stabil. Meski Nvidia memberikan outlook yang positif, pasar masih menunggu kejelasan dari perusahaan-perusahaan teknologi lainnya. Ketidakpastian ini berdampak pada aliran dana asing ke pasar berkembang seperti Indonesia.

Potensi Rebound Jangka Pendek

Meski mengalami tekanan jual, IHSG belum sepenuhnya kehilangan momentum. Fanny Suherman menyebut bahwa jika support di level 8.200 bisa dipertahankan, maka peluang rebound teknikal masih terbuka.

1. Support Kuat di Area 8.126–8.200

Area support 8.126 hingga 8.200 menjadi zona penting untuk diperhatikan. Jika harga tidak menembus ke bawah level ini, maka peluang koreksi ke atas masih terbuka.

Baca Juga:  IHSG Melesat Tajam Tembus 8.396, Investor Antusias!

2. Resistensi di 8.280–8.320

Namun, jika harga berhasil menembus resisten di atas 8.280, maka potensi penguatan bisa berlanjut hingga ke area 8.320. Ini menjadi level penting untuk mengukur kekuatan bullish jangka pendek.

3. Volume Perdagangan yang Tinggi

Volume perdagangan yang tinggi pagi ini menunjukkan bahwa investor masih aktif bertransaksi. Ini bisa menjadi sinyal bahwa pasar belum sepenuhnya bearish, dan masih ada peluang untuk pergerakan yang dinamis.

Perbandingan Pergerakan Indeks Global

Berikut adalah perbandingan pergerakan indeks global pada Kamis (26/2) dan Jumat (27/2) pagi:

Indeks Kamis (26/2) Jumat (27/2) Pagi
S&P 500 -0,54%
Nasdaq Composite -1,18%
Dow Jones +0,03%
Nikkei 225 +0,29%
Topix +0,97%
KOSPI +0,52%
Hang Seng -1,40%
CSI 300 -0,20%
Taiex Stagnan

Catatan: Data Jumat pagi hanya mencerminkan pergerakan awal, belum penutupan.

Disclaimer

Data dan analisis dalam artikel ini bersifat informatif dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada dinamika pasar. Keputusan investasi sebaiknya diambil setelah mempertimbangkan risiko dan kondisi pasar secara menyeluruh.

Nurkasmini Nikmawati
Reporter at anakhiv.id

Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.