THR untuk aparatur sipil negara (ASN) tahun ini terus bergulir. Hingga awal Maret 2026, kementerian terkait mencatat sudah menyalurkan sekitar Rp3,1 triliun. Angka ini baru bagian dari total rencana penyaluran yang mencapai puluhan triliun rupiah. Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menyebut pencairan akan rampung dalam waktu seminggu ke depan.
Penyaluran ini mencakup ASN pusat, ASN daerah, hingga pensiunan. Progresnya berjalan cukup cepat, terutama untuk ASN pusat yang sudah menyalurkan lebih dari 600 ribu pegawai. Untuk ASN daerah, jumlahnya masih terbatas, tapi pemerintah daerah secara bertahap mulai mencairkan dana. Sementara untuk pensiunan, pencairan THR sudah mencapai lebih dari 90 persen.
Penyaluran THR ASN dan Pensiunan Hingga Awal Maret 2026
Penyaluran THR tahun ini dimulai sejak akhir Februari 2026. Prosesnya dilakukan secara bertahap, mengingat jumlah penerima yang sangat besar. Berikut rincian penyaluran THR per 6 Maret 2026 pukul 16.30 WIB.
1. THR ASN Pusat
ASN pusat menjadi kelompok pertama yang mendapat pencairan THR. Hingga awal Maret, sudah sekitar Rp3 triliun yang disalurkan. Jumlah ini untuk membayar THR 631 ribu pegawai dari total 2,2 juta ASN pusat.
2. THR ASN Daerah
Untuk ASN daerah, penyaluran baru mencapai Rp127,6 miliar. Dana ini disalurkan kepada 16.848 pegawai dari 3 pemerintah daerah. Total pemerintah daerah yang terlibat mencapai 546 pemda, artinya masih banyak daerah yang belum menyalurkan THR.
3. THR Pensiunan
THR pensiunan justru menjadi yang paling cepat penyalurannya. Hingga awal Maret, sudah sekitar Rp11,4 triliun yang disalurkan. Dana ini untuk 3,5 juta lebih pensiunan. Realisasi pencairan THR pensiunan sudah mencapai 93,5 persen.
Alokasi Anggaran THR ASN dan Pensiunan 2026
Pemerintah pusat telah menyiapkan anggaran besar untuk THR tahun ini. Totalnya mencapai Rp55 triliun. Alokasi ini meningkat 10 persen dibanding tahun lalu yang hanya Rp49 triliun. Kenaikan ini mencerminkan komitmen pemerintah dalam memberikan tunjangan hari raya yang layak.
Rincian Alokasi THR 2026
| Kelompok Penerima | Jumlah Penerima | Alokasi THR |
|---|---|---|
| ASN Pusat + TNI/Polri | 2,4 juta | Rp22,2 triliun |
| ASN Daerah | 4,3 juta | Rp20,2 triliun |
| Pensiunan | 3,8 juta | Rp12,7 triliun |
| Total | 10,5 juta | Rp55,1 triliun |
Anggaran ini mencakup THR untuk ASN pusat, ASN daerah, TNI/Polri, serta pensiunan. THR dibayarkan penuh sesuai komponen gaji yang berlaku. Termasuk di dalamnya gaji pokok, tunjangan keluarga, tunjangan pangan, tunjangan jabatan, dan tunjangan kinerja.
Komponen THR yang Dibayarkan Penuh
THR bukanlah gaji ke-13. Keduanya memiliki aturan dan waktu pembayaran yang berbeda. THR dibayarkan menjelang Idulfitri, sedangkan gaji ke-13 biasanya dibayarkan pada Juni. THR tahun ini dibayarkan 100 persen sesuai regulasi yang berlaku.
Komponen THR ASN
- Gaji pokok
- Tunjangan keluarga
- Tunjangan pangan
- Tunjangan jabatan
- Tunjangan kinerja
Semua komponen ini dihitung berdasarkan ketentuan yang berlaku. Pemerintah tidak mengurangi komponen apapun dalam perhitungan THR tahun ini. Ini menunjukkan komitmen untuk memberikan tunjangan yang adil dan layak.
Jadwal Pencairan THR 2026
Pencairan THR dilakukan secara bertahap. Dimulai sejak akhir Februari 2026, hingga paling lambat H-7 sebelum Lebaran. Tahapan pencairan dibuat untuk memastikan distribusi dana berjalan lancar dan tidak membebani sistem keuangan negara.
Tahapan Pencairan THR
-
Tahap Awal (26 Februari – 1 Maret 2026)
Pencairan dimulai untuk ASN pusat dan pensiunan. Tahap ini fokus pada kelompok dengan jumlah penerima terbesar. -
Tahap Lanjutan (2 – 10 Maret 2026)
Pencairan dilanjutkan ke ASN daerah. Pemerintah daerah diberi waktu untuk menyalurkan dana ke pegawai mereka. -
Tahap Akhir (11 – 20 Maret 2026)
Penyelesaian pencairan untuk seluruh kelompok penerima. Termasuk pengecekan ulang untuk memastikan tidak ada yang tertinggal.
Target Penyelesaian Pencairan THR
Menteri Keuangan Purbaya menyebut pencairan THR akan selesai dalam waktu satu minggu ke depan. Artinya, seluruh dana THR akan cair sebelum akhir Maret 2026. Ini menjadi target penting agar THR bisa dinikmati semua penerima menjelang Idulfitri.
Pemerintah menyatakan seluruh mekanisme pencairan sudah siap. Yang dibutuhkan sekarang adalah kecepatan eksekusi dari instansi terkait. Termasuk percepatan pencairan oleh pemerintah daerah yang masih tertinggal.
Perbandingan THR Tahun Ini dan Tahun Lalu
THR tahun ini mengalami kenaikan anggaran sebesar 10 persen. Ini menunjukkan peningkatan komitmen pemerintah dalam memberikan tunjangan hari raya yang layak. Berikut perbandingan THR tahun ini dan tahun lalu.
| Komponen | 2025 | 2026 | Kenaikan |
|---|---|---|---|
| Alokasi THR | Rp49 triliun | Rp55 triliun | 10% |
| ASN Pusat | Rp19,8 triliun | Rp22,2 triliun | 12% |
| ASN Daerah | Rp18,2 triliun | Rp20,2 triliun | 11% |
| Pensiunan | Rp11 triliun | Rp12,7 triliun | 15% |
Kenaikan ini tidak hanya terjadi di sisi anggaran. Jumlah penerima THR juga meningkat. Ini menunjukkan pertumbuhan jumlah ASN dan pensiunan dari tahun ke tahun.
Disclaimer
Angka dan data dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu. Pencairan THR dilakukan secara bertahap dan tergantung pada pelaksanaan di lapangan. Informasi terkini sebaiknya selalu dicek melalui sumber resmi pemerintah.
Nurkasmini Nikmawati merupakan jurnalis keuangan dan content specialist yang fokus pada sektor jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Kasmini berkomitmen memberdayakan pembaca dengan informasi finansial yang praktis, akurat, dan aplikatif.












