Multifinance

Bitcoin Anjlok ke USD71 Ribu, Inflasi dan Gejolak Ekonomi Jadi Biang Keroknya?

Muhammad Rizal Veto
×

Bitcoin Anjlok ke USD71 Ribu, Inflasi dan Gejolak Ekonomi Jadi Biang Keroknya?

Sebarkan artikel ini
Bitcoin Anjlok ke USD71 Ribu, Inflasi dan Gejolak Ekonomi Jadi Biang Keroknya?

Bitcoin terperosok ke level USD71 ribu dalam perdagangan Rabu waktu New York. Penurunan ini terjadi seiring dengan meningkatnya ketidakpastian ekonomi global. Investor mulai waspada terhadap aset berisiko setelah Federal Reserve memberikan pernyataan yang menunjukkan kekhawatiran terhadap dampak lonjakan harga minyak terhadap inflasi.

Sentimen pasar semakin tertekan akibat eskalasi konflik di Timur Tengah dan data inflasi AS yang lebih tinggi dari yang diperkirakan. Tak hanya itu, kabar penundaan debut pasar dari bursa kripto Kraken juga ikut memicu tekanan tambahan. Sebelumnya, bitcoin sempat menyentuh level dekat USD76 ribu, namun kini terkoreksi tajam sekitar 4,5 persen.

Ethereum, sebagai aset kripto kedua terbesar, juga ikut terperosok 6,1 persen menjadi USD2.188,74. XRP turun 4,2 persen ke posisi USD1,4631. Solana dan Cardano masing-masing melemah 5,2 persen dan 6,0 persen. Bahkan Dogecoin, yang kerap digerakkan oleh sentimen spekulatif, juga anjlok 5,7 persen.

Faktor-Faktor yang Memicu Penurunan Bitcoin

Inflasi dan ketidakpastian ekonomi global menjadi dua faktor utama yang mendorong pelemahan harga aset kripto. Kenaikan harga minyak akibat ketegangan geopolitik memicu kekhawatiran akan dampaknya terhadap laju inflasi. Investor pun mulai menarik dana dari aset berisiko, termasuk kripto.

1. Kebijakan Suku Bunga The Fed

Federal Reserve memutuskan untuk mempertahankan suku bunga di kisaran 3,5 hingga 3,75 persen. Dari 12 anggota FOMC, 11 setuju untuk tidak mengubah suku bunga. Keputusan ini diambil untuk menjaga stabilitas lapangan kerja dan menekan inflasi kembali ke target 2 persen.

2. Kenaikan Harga Minyak dan Inflasi Jangka Pendek

Jerome Powell, Ketua The Fed, menyatakan bahwa lonjakan harga energi akibat konflik Timur Tengah akan mendorong inflasi secara keseluruhan dalam jangka pendek. Meski begitu, Powell menilai masih terlalu dini untuk memprediksi dampak jangka panjang dari konflik tersebut.

Baca Juga:  Harga Produk UMKM Melonjak Akibat Ketegangan Geopolitik AS dan Iran!

3. Penundaan Debut Pasar Kraken

Bursa kripto Kraken dikabarkan menunda peluncuran pasar barunya. Kabar ini menambah tekanan pada sentimen investor terhadap pasar kripto secara keseluruhan. Penundaan ini bisa disebabkan oleh faktor regulasi atau kesiapan teknis.

Dampak pada Aset Kripto Lainnya

Penurunan harga bitcoin berimbas pada seluruh ekosistem aset kripto. Altcoin mengalami koreksi yang cukup dalam dalam waktu singkat. Investor mulai mengamankan posisi dan menghindari eksposur terhadap risiko yang tinggi.

1. Ethereum Anjlok 6,1 Persen

Ethereum yang merupakan aset kripto terbesar kedua, turun tajam menjadi USD2.188,74. Koreksi ini menunjukkan bahwa investor tidak hanya menjauhi bitcoin, tapi juga aset kripto besar lainnya.

2. XRP dan Solana Ikut Melemah

XRP turun 4,2 persen ke USD1,4631. Solana juga tidak mampu bertahan, dengan penurunan 5,2 persen. Keduanya merupakan aset yang biasanya cukup stabil, namun kali ini ikut terkena imbas sentimen pasar yang negatif.

3. Dogecoin dan Token Meme Lainnya Terpukul

Dogecoin, yang sering digerakkan oleh sentimen spekulatif, turun 5,7 persen. Token meme lainnya juga ikut terkoreksi tajam, menunjukkan bahwa bahkan aset dengan volatilitas tinggi pun tidak terhindarkan dari tekanan pasar.

Proyeksi The Fed untuk Tahun Ini

The Fed memperkirakan inflasi akan mulai melandai sepanjang tahun ini. Namun, laju penurunan inflasi tidak akan secepat yang diharapkan sebelumnya. Bank sentral AS ini memperkirakan akan ada dua kali penurunan suku bunga pada tahun ini.

1. Suku Bunga Bisa Turun Dua Kali Tahun Ini

Powell menegaskan bahwa keputusan suku bunga akan terus dievaluasi setiap bulan. Jika inflasi tetap tinggi, kemungkinan penurunan suku bunga bisa tertunda.

2. Kebijakan Moneter Tetap Fleksibel

The Fed tidak mengikatkan diri pada jalur kebijakan tertentu. Powell menyatakan bahwa bank sentral akan membuat keputusan berdasarkan data aktual yang tersedia setiap bulan.

Baca Juga:  Harga Minyak Dunia Melonjak Lagi, Brent Tembus USD70 per Barel!

Apa Kata Jerome Powell?

Powell menolak menyebut kondisi ekonomi AS saat ini sebagai stagflasi. Menurutnya, stagflasi hanya cocok digunakan untuk situasi yang jauh lebih parah. Ia juga menegaskan bahwa dampak dari konflik geopolitik masih dalam pengamatan.

Tabel Pergerakan Harga Kripto, Rabu (Waktu New York)

Kripto Harga Saat Ini Perubahan (%)
Bitcoin USD71.004,2 -4,5%
Ethereum USD2.188,74 -6,1%
XRP USD1,4631 -4,2%
Solana USD- -5,2%
Cardano USD- -6,0%
Dogecoin USD- -5,7%

Catatan: Data di atas bersifat real-time dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.

Kesimpulan

Sentimen negatif terhadap aset berisiko meningkat seiring dengan ketidakpastian ekonomi global. Lonjakan harga minyak dan data inflasi yang lebih tinggi dari ekspektasi memicu koreksi tajam di pasar kripto. Investor kini lebih memilih aset aman, sementara The Fed tetap mempertahankan fleksibilitas dalam kebijakan moneter.

Disclaimer: Data harga kripto bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu. Informasi dalam artikel ini hanya sebagai referensi dan bukan merupakan saran investasi.

Muhammad Rizal Veto
Reporter at anakhiv.id

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.