Ilustrasi ramp check bus menjelang Lebaran memperlihatkan aktivitas intens pemeriksaan kendaraan dan pengemudi oleh petugas Kemenhub. Langkah ini menjadi bagian dari upaya menjaga keselamatan penumpang selama arus mudik dan balik Lebaran. Tahun ini, Kementerian Perhubungan mencatat telah melakukan pemeriksaan terhadap lebih dari 60 ribu unit bus yang beroperasi di berbagai rute lintas provinsi dan dalam provinsi.
Direktorat Jenderal Perhubungan Darat mencatat sebanyak 60.946 unit bus telah diperiksa dalam periode angkutan Lebaran 1447 Hijriah. Pemeriksaan ini mencakup berbagai jenis rute, termasuk AKAP, AKDP, pariwisata, dan kategori lainnya. Dari total tersebut, sebagian besar masih dinyatakan layak operasional, meski sebagian lainnya harus diberi catatan perbaikan atau bahkan dilarang beroperasi.
Data dan Hasil Ramp Check Bus Selama Angkutan Lebaran
1. Pembagian Jenis Armada yang Diperiksa
Dari total 60.946 unit bus yang diperiksa, pembagian berdasarkan jenis rute adalah sebagai berikut:
| Jenis Rute | Jumlah Unit | Persentase |
|---|---|---|
| Antar Kota Antar Provinsi (AKAP) | 27.635 unit | 45,34% |
| Antar Kota Dalam Provinsi (AKDP) | 27.461 unit | 45,06% |
| Angkutan Pariwisata | 2.651 unit | 4,35% |
| Kategori Lainnya | 3.199 unit | 5,25% |
2. Hasil Pemeriksaan Keselamahan dan Status Operasional
Berikut adalah hasil pemeriksaan keselamatan dari tanggal 23 Februari hingga 23 Maret 2026:
| Status Operasional | Jumlah Unit | Persentase |
|---|---|---|
| Diizinkan Operasional | 38.758 unit | 63,59% |
| Peringatan Perbaikan (Teknis Penunjang) | 13.116 unit | 21,52% |
| Tilang & Dilarang Operasional (Administrasi) | 1.941 unit | 3,18% |
| Dilarang Operasional (Teknis Utama) | 7.131 unit | 11,70% |
3. Pemeriksaan Kesehatan Pengemudi
Selain bus, pengemudi juga menjadi fokus utama dalam pemeriksaan. Sebanyak 683 pengemudi diperiksa kesehatannya selama periode yang sama. Hasilnya menunjukkan:
- 634 orang (92,83%) dinyatakan sehat dan laik berkendara
- 40 orang (5,86%) laik dengan catatan
- 9 orang (1,32%) tidak laik berkendara
Pelaksanaan Ramp Check di Lokasi Strategis
4. Lokasi Ramp Check di Rest Area Tol Jagorawi
Sebagai bagian dari upaya memperketat pengawasan, kegiatan ramp check juga dilakukan di Rest Area Km 45 Tol Jagorawi Ciawi, Kabupaten Bogor. Lokasi ini dipilih karena menjadi jalur utama menuju kawasan wisata Puncak dan Sukabumi yang ramai dilalui pemudik.
Dari 34 unit bus yang diperiksa di lokasi tersebut:
- 18 unit diizinkan operasional
- 16 unit diberi peringatan perbaikan
5. Pelanggaran Umum yang Ditemukan
Beberapa pelanggaran teknis dan administrasi ditemukan selama pemeriksaan lapangan, antara lain:
- BLU-e tidak aktif: 2 unit
- Tidak memiliki BLU-e: 3 unit
- KPS tidak aktif: 3 unit
- Tidak memiliki KPS: 13 unit
Rekomendasi dan Imbauan untuk Operator Bus
6. Peran Operator dalam Keselamatan Angkutan
Kemenhub menekankan pentingnya peran operator bus dalam menjaga keselamatan dan kenyamanan penumpang. Operator diminta untuk:
- Mengoperasionalkan armada yang laik jalan
- Memastikan pengemudi dalam kondisi sehat dan prima
- Melengkapi dokumen administrasi kendaraan secara berkala
Langkah-langkah ini diharapkan dapat meminimalkan risiko kecelakaan selama masa angkutan Lebaran. Selain itu, kepatuhan terhadap regulasi juga menjadi bagian dari tanggung jawab bersama demi keselamatan bersama.
Kesimpulan
Ramp check yang dilakukan Kemenhub terhadap lebih dari 60 ribu unit bus menunjukkan komitmen pemerintah dalam menjaga keselamatan transportasi umum selama Lebaran. Meski sebagian besar bus dinyatakan layak, masih ada sejumlah pelanggaran yang perlu diperbaiki. Pengemudi juga menjadi bagian penting dalam sistem ini, karena kesehatan dan kesiapan mereka turut menentukan aman tidaknya perjalanan penumpang.
Dengan terus meningkatkan pengawasan dan kerja sama dengan operator, diharapkan angkutan Lebaran ke depan bisa lebih aman dan nyaman bagi semua kalangan.
Disclaimer: Data dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah seiring dengan hasil pemeriksaan terbaru dari Kemenhub. Informasi terkini sebaiknya dikonfirmasi langsung ke sumber resmi.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.











