Menjelang Lebaran, harga sejumlah kebutuhan pokok kembali jadi sorotan. Terutama komoditas pangan yang biasa jadi andalan di meja makan saat Idul Fitri. Dari cabai rawit hingga daging ayam, pergerakan harga di pasaran terus dipantau masyarakat, terutama yang sedang menyiapkan stok untuk lebaran.
Data dari Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Nasional yang dikelola Bank Indonesia menunjukkan sejumlah komoditas mengalami fluktuasi harga menjelang momen besar umat Muslim ini. Perubahan ini dipengaruhi oleh berbagai faktor, mulai dari pasokan, permintaan, hingga cuaca yang memengaruhi produksi.
Harga Pangan Pokok Menjelang Lebaran
Menjelang Lebaran, harga pangan menjadi salah satu indikator penting stabilitas ekonomi rumah tangga. Kenaikan harga bisa sangat terasa, terutama bagi keluarga yang memang mengalokasikan anggaran besar untuk belanja bahan makanan.
1. Cabai Rawit Merah Tembus Rp90.000/Kg
Cabai rawit merah masih jadi komoditas dengan harga tertinggi di antara cabai lainnya. Di pasaran eceran, harga mencapai Rp90.000 per kilogram. Angka ini cukup memberatkan, mengingat cabai menjadi bumbu dasar di banyak masakan tradisional Indonesia.
2. Cabai Merah Besar dan Keriting Turun Sedikit
Berbeda dari cabai rawit, harga cabai merah besar tercatat di angka Rp52.500 per kg. Sementara itu, cabai merah keriting berada di kisaran Rp52.300 per kg. Meski tetap tinggi, kedua jenis cabai ini terbilang lebih terjangkau dibandingkan cabai rawit.
3. Cabai Rawit Hijau Masih Tinggi
Cabai rawit hijau juga tidak kalah mahal, dengan harga mencapai Rp57.550 per kg. Meski tidak sepedas cabai rawit merah, harga tetap tinggi karena permintaan yang cukup besar di pasar.
Harga Daging Ayam dan Sapi Menjelang Lebaran
Daging menjadi komoditas utama saat lebaran. Bukan hanya untuk opor, sate, hingga rendang, harga daging juga jadi penentu seberapa besar pengeluaran keluarga di hari raya nanti.
1. Daging Ayam Ras Stabil di Rp42.750/Kg
Harga daging ayam ras tercatat di angka Rp42.750 per kg. Angka ini relatif stabil dibandingkan harga daging sapi. Banyak keluarga lebih memilih ayam sebagai alternatif yang lebih ramah di kantong.
2. Daging Sapi Kualitas I Capai Rp148.150/Kg
Daging sapi kualitas I dibanderol Rp148.150 per kg. Sementara kualitas II dibanderol sedikit lebih murah, yaitu Rp139.300 per kg. Harga ini cukup tinggi, terutama jika dibandingkan dengan daging ayam.
Harga Beras Berbagai Kualitas
Beras tetap jadi komoditas utama di meja makan keluarga Indonesia. Harganya pun bervariasi tergantung kualitas.
1. Beras Kualitas Bawah I dan II
Beras kualitas bawah I dan II dibanderol di angka yang sama, yaitu Rp14.500 per kg. Jenis ini biasanya menjadi pilihan keluarga dengan anggaran terbatas.
2. Beras Kualitas Medium
Beras kualitas medium I dibanderol Rp16.000 per kg, sedangkan kualitas II dibanderol Rp15.850 per kg. Jenis ini menawarkan keseimbangan antara harga dan kualitas.
3. Beras Kualitas Super
Untuk beras kualitas super I, harga mencapai Rp17.200 per kg. Sedangkan kualitas super II dibanderol Rp16.750 per kg. Jenis ini biasanya jadi pilihan keluarga yang ingin menyajikan hidangan istimewa saat lebaran.
Harga Bawang dan Telur Ayam
Bawang merah dan bawang putih juga jadi komoditas penting di dapur. Keduanya jadi bahan dasar bumbu masakan sehari-hari.
1. Bawang Merah dan Putih
Bawang merah dibanderol Rp44.400 per kg, sedangkan bawang putih dibanderol Rp40.200 per kg. Harga ini cukup tinggi, terutama jika dibandingkan dengan harga bahan pangan lainnya.
2. Telur Ayam Ras
Telur ayam ras dibanderol Rp33.400 per kg. Meski bukan komoditas utama saat lebaran, telur tetap jadi kebutuhan penting di rumah tangga.
Harga Gula dan Minyak Goreng
Gula dan minyak goreng juga jadi komoditas penting menjelang lebaran. Keduanya digunakan dalam proses memasak dan membuat kue kering.
1. Gula Pasir
Gula pasir kualitas premium dibanderol Rp20.000 per kg, sedangkan gula pasir lokal dibanderol Rp18.750 per kg.
2. Minyak Goreng
Minyak goreng curah dibanderol Rp19.450 per liter. Sementara minyak goreng kemasan bermerek I dibanderol Rp22.950 per liter, dan kemasan bermerek II dibanderol Rp21.850 per liter.
Tabel Harga Komoditas Pangan Menjelang Lebaran
Berikut rangkuman harga komoditas pangan strategis berdasarkan data PIHPS Nasional per 17 Maret 2026:
| Komoditas | Harga |
|---|---|
| Cabai rawit merah | Rp90.000/kg |
| Cabai merah besar | Rp52.500/kg |
| Cabai merah keriting | Rp52.300/kg |
| Cabai rawit hijau | Rp57.550/kg |
| Bawang merah | Rp44.400/kg |
| Bawang putih | Rp40.200/kg |
| Daging ayam ras | Rp42.750/kg |
| Daging sapi kualitas I | Rp148.150/kg |
| Daging sapi kualitas II | Rp139.300/kg |
| Beras kualitas bawah I | Rp14.500/kg |
| Beras kualitas medium I | Rp16.000/kg |
| Beras kualitas super I | Rp17.200/kg |
| Gula pasir premium | Rp20.000/kg |
| Gula pasir lokal | Rp18.750/kg |
| Minyak goreng curah | Rp19.450/liter |
| Minyak goreng kemasan I | Rp22.950/liter |
| Minyak goreng kemasan II | Rp21.850/liter |
| Telur ayam ras | Rp33.400/kg |
Faktor yang Mempengaruhi Harga Menjelang Lebaran
Harga pangan menjelang lebaran biasanya mengalami kenaikan. Beberapa faktor yang memengaruhi antara lain:
1. Peningkatan Permintaan
Menjelang lebaran, permintaan terhadap bahan pangan meningkat tajam. Ini menyebabkan harga naik karena pasokan terbatas.
2. Biaya Transportasi
Kenaikan harga BBM dan biaya logistik juga berdampak pada harga jual komoditas di pasar eceran.
3. Musim Panen
Musim panen yang tidak optimal bisa menyebabkan pasokan berkurang dan harga naik.
Tips Menghemat Pengeluaran Menjelang Lebaran
Meski harga naik, ada beberapa cara untuk tetap bisa menyiapkan lebaran tanpa menguras kantong.
1. Belanja di Pasar Grosir
Belanja di pasar grosir bisa memberikan harga lebih murah dibandingkan pasar eceran.
2. Belanja Secara Online
Banyak platform belanja online yang menawarkan harga kompetitif dan pengiriman langsung ke rumah.
3. Buat Daftar Belanja
Dengan membuat daftar belanja, pemborosan bisa diminimalisir.
Disclaimer
Harga yang tercantum dalam artikel ini bersifat referensi dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar dan faktor eksternal lainnya. Data bersumber dari PIHPS Nasional per tanggal 17 Maret 2026.
Ryando Putra Jameni merupakan jurnalis dan editor konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Ryando berkomitmen menghadirkan informasi keuangan yang akurat, terpercaya, dan bermanfaat bagi masyarakat.












