Harga emas perhiasan kembali naik pada 12 April 2026, mencatatkan angka Rp2,460 juta per gram untuk emas 24 karat. Pergerakan ini menunjukkan bahwa minat terhadap emas sebagai aset nilai maupun perhiasan masih tinggi. Tren ini tidak hanya terbatas pada pembelian, tetapi juga pada aktivitas buyback yang tetap aktif di berbagai platform digital seperti Lakuemas dan Rajaemas.
Kenaikan ini terjadi dalam konteks permintaan yang cukup stabil dan sentimen pasar yang positif. Bagi sebagian orang, ini bisa menjadi peluang untuk membeli emas sebagai investasi jangka panjang. Namun, bagi yang sudah memiliki emas, pertanyaan klasik muncul lagi: apakah sekarang waktu yang tepat untuk menjual?
Rincian Harga Emas Berdasarkan Kadar
Perlu diketahui bahwa harga emas sangat bergantung pada kadar karatnya. Semakin tinggi kadar emas, semakin tinggi pula nilai jualnya per gram. Berikut adalah rincian harga emas di dua platform populer berdasarkan kadar.
Harga Emas di Lakuemas (Per Gram)
| Kadar | Harga (Rp) |
|---|---|
| 24K (99%) | 2.460.000 |
| 23K | 2.114.000 |
| 22K | 2.021.000 |
| 21K | 1.933.000 |
| 20K | 1.839.000 |
| 18K | 1.652.000 |
| 15K | 1.374.000 |
| 12K | 1.096.000 |
| 10K | 911.000 |
| 9K | 818.000 |
Harga Emas di Rajaemas (Per Gram)
| Kadar | Harga (Rp) |
|---|---|
| K24* | 2.490.000 |
| K24 | 2.265.000 |
| K23 | 2.113.000 |
| K22 | 2.021.000 |
| K21 | 1.931.000 |
| K20 | 1.838.000 |
| K18 | 1.658.000 |
| K15 | 1.380.000 |
| K12 | 1.104.000 |
| K10 | 919.000 |
| K8 | 736.000 |
| K6 | 553.000 |
| K5 | 461.000 |
*Harga buyback tertinggi
Perbedaan harga antarplatform cukup signifikan, terutama pada kadar rendah. Ini menunjukkan bahwa penting untuk membandingkan harga sebelum memutuskan membeli atau menjual emas.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas
Pergerakan harga emas tidak hanya ditentukan oleh kadar logamnya saja. Ada beberapa faktor eksternal yang juga berperan penting dalam menentukan nilai pasar emas.
1. Sentimen Global
Sentimen pasar global, terutama dari Amerika Serikat dan Eropa, sangat memengaruhi harga emas di pasar lokal. Ketika dolar AS menguat, harga emas biasanya cenderung turun. Sebaliknya, saat investor mencari safe haven, harga emas sering kali naik.
2. Inflasi dan Kebijakan Moneter
Inflasi yang tinggi membuat emas menjadi pilihan alternatif penyimpan nilai. Bank sentral yang mengetat kebijakan moneter bisa memengaruhi permintaan emas secara langsung.
3. Permintaan Domestik
Di Indonesia, permintaan emas cenderung meningkat menjelang hari besar keagamaan atau perayaan adat. Ini membuat harga bisa mengalami lonjakan jangka pendek.
4. Stabilitas Politik dan Ekonomi
Ketika situasi politik atau ekonomi tidak menentu, banyak orang beralih ke emas sebagai bentuk proteksi nilai. Hal ini meningkatkan permintaan dan mendorong harga naik.
Tips Menentukan Waktu Beli atau Jual Emas
Menentukan kapan harus membeli atau menjual emas bukan perkara mudah. Namun, ada beberapa langkah yang bisa dijadikan panduan agar keputusan lebih tepat sasaran.
1. Pantau Pergerakan Harga Harian
Selalu cek harga emas secara rutin, minimal sehari sekali. Gunakan aplikasi atau situs resmi dari platform terpercaya seperti Lakuemas atau Rajaemas. Dengan begitu, bisa mengetahui apakah harga sedang naik atau turun.
2. Pahami Tujuan Investasi
Jika tujuannya adalah investasi jangka panjang, maka fluktuasi jangka pendek tidak terlalu berarti. Namun jika ingin profit cepat, penting untuk memperhatikan momentum beli dan jual.
3. Gunakan Strategi Dollar-Cost Averaging (DCA)
Metode ini melibatkan pembelian emas dalam jumlah kecil secara berkala, terlepas dari harga pasar. Ini bisa mengurangi risiko jika harga tiba-tiba turun.
4. Jangan Terlalu Greedy
Banyak orang menunggu harga naik terus sebelum menjual. Padahal, bisa jadi harga malah turun lagi. Jika sudah merasa untung, segera pertimbangkan untuk menjual sebagian.
5. Pilih Platform Terpercaya
Platform seperti Lakuemas dan Rajaemas menawarkan transparansi harga dan layanan buyback yang mudah. Pastikan memilih platform yang memiliki lisensi dan reputasi baik agar terhindar dari risiko penipuan.
Kapan Waktu Terbaik untuk Beli atau Jual?
Tidak ada jawaban pasti kapan waktu terbaik untuk membeli atau menjual emas. Namun, beberapa kondisi bisa dijadikan indikator:
- Saat harga sedang stabil atau sedikit turun, bisa menjadi waktu yang tepat untuk membeli.
- Jika harga sudah naik terus-menerus dalam beberapa hari, pertimbangkan untuk menjual sebagian.
- Saat sentimen global negatif, emas bisa menjadi safe haven yang menarik.
- Jika ada rencana besar seperti menikah atau membeli rumah, menabung emas secara bertahap bisa menjadi pilihan bijak.
Disclaimer
Harga emas bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar global dan lokal. Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat valid pada tanggal 12 April 2026 dan dapat berbeda pada waktu lain. Sebaiknya selalu cek harga terbaru sebelum melakukan transaksi.
Investasi emas juga memiliki risiko, termasuk volatilitas harga dan likuiditas. Sebelum memutuskan untuk membeli atau menjual, sebaiknya konsultasikan dengan penasihat keuangan profesional jika diperlukan.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.











