Multifinance

Penumpang Kereta Api Mudik Lebaran Ungkapkan Kepuasan Hingga 92,1%? Ini Kata Mereka!

Popy Lestary
×

Penumpang Kereta Api Mudik Lebaran Ungkapkan Kepuasan Hingga 92,1%? Ini Kata Mereka!

Sebarkan artikel ini
Penumpang Kereta Api Mudik Lebaran Ungkapkan Kepuasan Hingga 92,1%? Ini Kata Mereka!

Ilustrasi penumpang kereta api saat mudik Lebaran 2026 menunjukkan suasana stasiun yang ramai namun terorganisir. Foto: Metro TV/Aris Setya.

Tingkat kepuasan penumpang kereta api selama arus mudik Lebaran 2026 mencapai angka yang cukup tinggi, yaitu 92,1 persen. Hasil ini didapat dari riset yang dilakukan oleh NEXT, unit riset dari Kantor Berita Antara. Survei dilakukan pada 20-21 Maret 2026 dengan melibatkan 536 responden dari berbagai stasiun besar di Pulau Jawa.

Stasiun yang menjadi lokasi survei antara lain Stasiun Gambir dan Pasar Senen di Jakarta, Tugu dan Lempuyangan di Yogyakarta, Bandung dan Kiaracondong, Tawang dan Poncol di Semarang, serta Pasar Turi dan Gubeng di Surabaya. Lokasi-lokasi tersebut dipilih karena menjadi pusat keberangkatan utama penumpang selama Lebaran.

Profil Responden dan Preferensi Pengguna

Data menunjukkan bahwa mayoritas responden berjenis kelamin perempuan, mencapai 56 persen, sedangkan laki-laki sebesar 44 persen. Usia responden didominasi oleh generasi Z sebanyak 66 persen, diikuti oleh milenial 18,3 persen, Alpha 8,6 persen, dan X sebesar 6,3 persen.

Dari segi pekerjaan, pelajar dan mahasiswa menjadi kelompok terbesar dengan proporsi 41,2 persen. Disusul oleh pegawai swasta sebanyak 35,1 persen dan wiraswasta 7,1 persen. Hal ini menunjukkan bahwa kereta api menjadi pilihan utama bagi kalangan muda yang sedang merantau.

1. Kelas Tiket Paling Banyak Dipilih

Kelas ekonomi menjadi pilihan utama responden sebesar 58 persen. Kelas eksekutif menyusul di posisi kedua dengan 36,9 persen, dan kelas bisnis hanya 4,3 persen. Mayoritas penumpang cenderung memilih opsi yang lebih ekonomis selama perjalanan mudik.

2. Preferensi Pembelian Tiket

Sebanyak 86,6 persen responden melakukan pembelian tiket secara online. Dari jumlah tersebut, 82,2 persen menyatakan bahwa proses pembelian mudah dan praktis. Namun, sekitar 47,7 persen menganggap harga tiket tergolong mahal, sementara 40,9 persen menilainya netral.

Baca Juga:  Waspada! PO Bus Harus Periksa Kondisi Kendaraan Sebelum Bawa Penumpang Saat Arus Balik

Kualitas Layanan di Stasiun dan Dalam Perjalanan

Fasilitas stasiun dinilai cukup baik oleh sebagian besar responden. Kebersihan ruang tunggu dinilai baik oleh 86,6 persen responden, dan kebersihan toilet mencapai 84,3 persen. Ketanggapan petugas di stasiun juga mendapat apresiasi tinggi, yaitu 91,1 persen.

3. Proses Boarding yang Efisien

Dalam proses boarding, 61,2 persen penumpang masih menggunakan sistem manual, sedangkan 38,8 persen menggunakan face recognition. Meski demikian, tingkat kepuasan terhadap proses boarding mencapai 93,7 persen. Ini menunjukkan bahwa sistem yang diterapkan sudah cukup efektif dan diterima oleh pengguna.

4. Kenyamanan Selama Perjalanan

Kenyamanan gerbong dinilai baik oleh 88,2 persen responden. Kebersihan ruang dalam kereta mencapai 92 persen, dan ketanggapan petugas di dalam kereta mencapai 92,6 persen. Meski begitu, kebersihan toilet dalam kereta masih menjadi catatan, hanya 79,6 persen yang menyatakan puas.

Fasilitas kantin atau restoran di dalam kereta dinilai baik oleh 86,7 persen responden. Ini menunjukkan bahwa KAI terus berupaya meningkatkan kualitas layanan non-tiket selama perjalanan.

Integrasi dan Aksesibilitas Transportasi

Integrasi antarmoda transportasi dinilai baik oleh 86 persen responden. Sementara itu, kemudahan akses layanan KAI di kawasan perkotaan mencapai 93,7 persen. Hal ini menunjukkan bahwa kereta api tidak hanya andal sebagai moda utama, tetapi juga mudah diakses dari dan ke moda transportasi lainnya.

5. Dampak Sosial Positif

Sebanyak 32,3 persen responden menyatakan bahwa penggunaan kereta api membantu menghemat waktu perjalanan. Sementara 30,8 persen menyebut bahwa moda ini membantu mengurangi kemacetan. Sebanyak 16 persen merasa lebih aman menggunakan kereta api, dan 15,5 persen menyebut akses perjalanan menjadi lebih mudah.

6. Komitmen terhadap Lingkungan

Sebanyak 80,6 persen responden menyatakan bahwa komitmen PT KAI terhadap lingkungan memengaruhi keputusan mereka menggunakan kereta api. Angka ini menunjukkan bahwa isu keberlanjutan semakin menjadi pertimbangan utama dalam pilihan transportasi.

Baca Juga:  Jadwal Libur Bursa Saham 2026 Lengkap dari Nyepi hingga Lebaran, Simak di Sini!

Loyalitas dan Rekomendasi Pengguna

Tingkat loyalitas pengguna sangat tinggi. Sebanyak 93,9 persen responden menyatakan akan kembali menggunakan kereta api di masa mendatang. Selain itu, 93,5 persen responden bersedia merekomendasikan layanan KAI kepada orang lain.

Ini menunjukkan bahwa meskipun masih ada ruang untuk perbaikan, pengalaman pengguna secara keseluruhan sangat positif. Kombinasi antara layanan yang efisien, fasilitas yang memadai, dan komitmen terhadap kenyamanan serta keberlanjutan menjadikan kereta api sebagai pilihan utama saat mudik.

Kesimpulan

Angka kepuasan 92,1 persen selama mudik Lebaran 2026 menunjukkan bahwa PT KAI terus berhasil memenuhi ekspektasi penumpang. Dengan digitalisasi yang semakin matang, layanan yang terus ditingkatkan, dan perhatian terhadap aspek lingkungan, kereta api tetap menjadi andalan masyarakat Indonesia saat pulang kampung.

Namun, tantangan seperti harga tiket yang masih dianggap mahal dan kebersihan toilet dalam kereta perlu terus diperbaiki agar pengalaman pengguna semakin optimal.

Disclaimer: Data dalam artikel ini bersifat estimasi berdasarkan survei yang dilakukan pada Maret 2026. Angka dan persentase dapat berubah seiring evaluasi lebih lanjut dari pihak terkait.

Popy Lestary
Reporter at anakhiv.id

Popy Lestary merupakan jurnalis keuangan dan kreator konten yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya mencakup perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Popy berkomitmen menyajikan informasi yang akurat, relevan, dan bermanfaat bagi pembaca dari semua kalangan.