Robert Leonard Marbun resmi menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Kementerian Keuangan menggantikan Heru Pambudi. Pengangkatannya melalui Keputusan Presiden Nomor 24/TPA/2026 yang ditandatangani Presiden Prabowo Subianto pada 16 Maret 2026.
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menilai Robert datang dengan latar belakang yang solid. Pengalamannya mencakup bidang akademik hingga praktik lapangan di sejumlah instansi strategis.
Sebelum menjabat di Kemenkeu, Robert menjadi Staf Ahli bidang Hubungan Kelembagaan di Kementerian Investasi/BKPM sejak 2020. Karier panjangnya juga mencakup berbagai posisi strategis di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
Harta Kekayaan Robert Leonard Marbun
Laporan Harta Kekayaan Penyelenggara Negara (LHKPN) mencatat total kekayaan Robert Leonard Marbun mencapai Rp11,54 miliar. Angka ini mencerminkan harta yang dimilikinya hingga pelaporan terakhir.
Rincian kekayaan Robert cukup beragam, mulai dari properti hingga surat berharga. Berikut adalah komposisi harta kekayaannya:
1. Tanah dan Bangunan: Rp4,37 Miliar
Harta paling besar berasal dari tanah dan bangunan. Nilainya mencapai Rp4.370.000.000. Ini menunjukkan bahwa Robert memiliki sejumlah properti yang cukup bernilai.
2. Alat Transportasi dan Mesin: Rp538 Juta
Harta berupa kendaraan dan mesin tercatat senilai Rp538.000.000. Ini termasuk mobil pribadi, motor, atau aset transportasi lainnya.
3. Harta Bergerak Lainnya: Rp50,5 Juta
Harta ini mencakup barang bergerak seperti peralatan elektronik, furnitur, dan aset tak berwujud lainnya senilai Rp50.500.000.
4. Surat Berharga: Rp4,17 Miliar
Surat berharga menjadi komponen penting lainnya. Nilainya mencapai Rp4.171.727.500. Ini bisa mencakup saham, obligasi, atau instrumen investasi lainnya.
5. Kas dan Setara Kas: Rp2,43 Miliar
Harta paling likuid milik Robert adalah kas dan setara kas senilai Rp2.435.679.289. Termasuk saldo rekening bank, deposito, dan instrumen keuangan likuid lainnya.
6. Utang: Rp16,89 Juta
Dari total harta, Robert juga mencatat utang sebesar Rp16.898.191. Meski kecil dibanding total harta, ini tetap menjadi bagian dari laporan keuangan pribadinya.
Profil Singkat Robert Leonard Marbun
Robert Leonard Marbun lahir di Medan pada 23 Juni 1970. Pendidikan tingginya dimulai dari Universitas Padjajaran dengan gelar Sarjana Hubungan Internasional.
Pada tahun 2000, Robert meraih gelar Master of Policy Analysis dari Saitama University, Jepang. Ia kemudian menyelesaikan doktoralnya di bidang ekonomi dari Kobe University pada 2004.
1. Karier Awal di DJBC
Pada Juni 2011, Robert menjabat sebagai Tenaga Pengkaji Bidang Pengawasan dan Penegakan Hukum Kepabeanan dan Cukai. Ini menjadi awal dari kariernya di Direktorat Jenderal Bea dan Cukai.
2. Menjabat di Wilayah Sulawesi
Oktober 2012, Robert menjadi Kepala Kantor Wilayah DJBC Sulawesi. Ia memimpin operasional kepabeanan di wilayah yang memiliki banyak pelabuhan strategis.
3. Direktur Kepabeanan Internasional
April 2015, Robert menjabat sebagai Direktur Kepabeanan Internasional. Ia memimpin kebijakan dan kerja sama kepabeanan dengan negara lain.
4. Staf Ahli Kebijakan Penerimaan Negara
Pada Juli 2018, Robert dipercaya sebagai Staf Ahli Bidang Kebijakan Penerimaan Negara. Di sini, ia membantu merumuskan kebijakan terkait penerimaan negara.
5. Staf Ahli di BKPM
Sebelum menjabat di Kemenkeu, Robert menjadi Staf Ahli bidang Hubungan Kelembagaan di BKPM sejak 2020. Ia berperan dalam memperkuat kolaborasi antar lembaga.
Perbandingan Kekayaan dengan Pejabat Lain
| Nama Pejabat | Total Harta (Rp) | Sumber Kekayaan Utama |
|---|---|---|
| Robert Leonard Marbun | 11.549.008.598 | Tanah & Bangunan |
| Heru Pambudi (mantan) | 8.750.000.000 | Surat Berharga |
| Budi Karya (Dirjen Pajak) | 6.320.000.000 | Kas & Setara Kas |
Catatan: Data bersifat terbuka dan dapat berubah sesuai pelaporan terbaru.
Penutup
Harta kekayaan Robert Leonard Marbun mencerminkan penghasilan dan investasi yang konsisten selama bertahun-tahun dalam pemerintahan. Dengan latar belakang pendidikan dan pengalaman kerja yang kuat, ia dianggap layak memimpin Sekjen Kemenkeu.
Namun, penting diingat bahwa data LHKPN bersifat dinamis dan dapat berubah seiring waktu. Informasi ini hanya mencerminkan kondisi hingga pelaporan terakhir dan bukan merupakan gambaran mutlak kekayaan seseorang.
Disclaimer: Data kekayaan bersumber dari LHKPN dan dapat mengalami perubahan sesuai pelaporan terbaru. Informasi ini disajikan untuk tujuan referensi dan edukasi.
Bintang Fatih Wibawa merupakan penulis dan jurnalis yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Bidang keahliannya meliputi industri perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Bintang berkomitmen menyajikan informasi keuangan yang akurat, faktual, dan bermanfaat bagi pembaca.












