Menjelang Idulfitri 1447 Hijriah, PT PLN (Persero) memastikan kesiapan sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, dan Sulawesi Barat. Langkah antisipatif diambil sejak jauh hari untuk memastikan pasokan listrik tetap stabil selama momen religius dan libur lebaran. Kondisi ini penting agar masyarakat bisa menjalankan ibadah puasa dan perayaan Idulfitri dengan nyaman, tanpa gangguan kelistrikan.
Pantauan dilakukan langsung oleh Staf Khusus Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral, Muhammad Mahmud Azhar Lubis, di PLN Unit Pusat Pengatur Beban (UP2B) Sistem Makassar. Dari hasil kunjungan tersebut, ia menyatakan bahwa sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi Bagian Selatan dalam kondisi aman dan siap menghadapi lonjakan beban saat Ramadan dan Idulfitri.
Kesiapan Sistem Kelistrikan untuk Idulfitri
PLN tidak main-main dalam mempersiapkan pasokan listrik jelang Idulfitri. Berbagai langkah teknis dan operasional dilakukan secara menyeluruh, mulai dari pembangkitan hingga distribusi. Tujuannya jelas: menjaga keandalan pasokan listrik selama momen paling krusial dalam setahun.
1. Evaluasi Kapasitas Pembangkit Listrik
PLN melakukan evaluasi kapasitas pembangkit secara menyeluruh. Sistem Sulawesi Bagian Selatan memiliki daya mampu pasok pembangkit sebesar 2.285 Mega Watt (MW). Angka ini cukup untuk mengakomodasi beban puncak yang diprediksi mencapai 1.718 MW. Dengan demikian, terdapat cadangan daya sebesar 567 MW yang siap digunakan jika terjadi lonjakan konsumsi listrik.
2. Pemeliharaan Infrastruktur dari Hulu hingga Hilir
Langkah preventif dilakukan di seluruh rantai kelistrikan. Mulai dari pembangkit, gardu induk, jaringan transmisi, hingga distribusi. Pemeliharaan ini dilakukan secara berkala dan menyeluruh untuk memastikan semua peralatan dalam kondisi prima selama periode siaga.
3. Penyiapan Posko dan Personel Siaga
PLN menyiagakan 102 posko siaga kelistrikan di wilayah Sulawesi Selatan, Tenggara, dan Barat. Posko ini dikelola oleh 4.972 personel dari bidang distribusi dan transmisi. Mereka siap melayani gangguan kelistrikan selama 24 jam, terutama saat Ramadan dan Idulfitri.
Infrastruktur Pendukung dan Peralatan Siaga
Selain menjaga pasokan listrik, PLN juga mempersiapkan berbagai infrastruktur dan peralatan pendukung. Ini mencakup peralatan darurat hingga fasilitas pengisian kendaraan listrik.
4. Penyediaan SPKLU untuk Kendaraan Listrik
Sebanyak 69 Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) telah disiapkan di 53 lokasi. Ini merupakan bagian dari komitmen PLN untuk mendukung transisi energi bersih dan memfasilitasi masyarakat yang bepergian menggunakan kendaraan listrik selama libur Idulfitri.
5. Persiapan Peralatan Darurat
PLN juga menyiapkan berbagai peralatan operasional darurat, antara lain:
- 152 unit genset
- 30 unit uninterruptible power supply (UPS)
- 79 unit gardu bergerak (UGB)
- 13 unit crane
- 308 mobil operasional
- 169 motor operasional
6. Siaga Tim PDKB
Tim Pekerjaan Dalam Keadaan Bertegangan (PDKB) juga disiagakan selama periode siaga. Ada 10 tim khusus yang siap turun tangan jika terjadi gangguan pada jaringan kelistrikan. Mereka dilengkapi dengan peralatan khusus untuk mempercepat penanganan gangguan.
Data Kesiapan Operasional PLN Jelang Idulfitri
Berikut adalah rincian data kesiapan operasional PLN jelang Idulfitri di wilayah Sulawesi Bagian Selatan:
| Komponen | Jumlah |
|---|---|
| Daya Mampu Pembangkit | 2.285 MW |
| Perkiraan Beban Puncak | 1.718 MW |
| Cadangan Daya | 567 MW |
| Posko Siaga | 102 |
| Personel Siaga | 4.972 |
| SPKLU | 69 unit di 53 lokasi |
| Genset | 152 unit |
| UPS | 30 unit |
| Gardu Bergerak (UGB) | 79 unit |
| Crane | 13 unit |
| Mobil Operasional | 308 unit |
| Motor Operasional | 169 unit |
| Tim PDKB | 10 tim |
Komitmen PLN untuk Pelayanan Terbaik
Dengan segala persiapan yang telah dilakukan, PLN berkomitmen memberikan pelayanan terbaik kepada masyarakat. Pasokan listrik yang aman dan andal menjadi prioritas utama selama Ramadan hingga Idulfitri. Seluruh elemen sistem kelistrikan di wilayah Sulawesi Bagian Selatan telah dioptimalkan untuk mengantisipasi lonjakan beban.
Langkah-langkah teknis dan operasional yang dilakukan PLN menunjukkan bahwa perusahaan ini serius dalam menjaga keandalan pasokan listrik. Mulai dari pemeliharaan infrastruktur hingga penyiapan posko siaga, semuanya dilakukan dengan cermat dan terukur.
Disclaimer
Data dan informasi yang disajikan dalam artikel ini bersifat terbatas dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kondisi lapangan dan kebijakan operasional PLN. Informasi ini disusun berdasarkan data resmi yang dirilis oleh PT PLN (Persero) per Maret 2026.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.











