Multifinance

Bitcoin Melonjak Lebih dari USD71 Ribu, Terpicu Harapan Damai antara AS dan Iran!

Erna Agnesa
×

Bitcoin Melonjak Lebih dari USD71 Ribu, Terpicu Harapan Damai antara AS dan Iran!

Sebarkan artikel ini
Bitcoin Melonjak Lebih dari USD71 Ribu, Terpicu Harapan Damai antara AS dan Iran!

Bitcoin kembali menunjukkan kekuatannya di tengah ketegangan geopolitik global. Pada perdagangan Rabu waktu New York, Kamis WIB, aset kripto ini naik sekitar 1,1 persen dan bertahan di atas level USD71 ribu. Lonjakan ini terjadi seiring dengan optimisme akan adanya rencana perdamaian antara Amerika Serikat dan Iran, meski belum ada kepastian kuat.

Meskipun awal pekan sempat menunjukkan tekanan jual karena ketegangan yang meningkat, Bitcoin mampu pulih dan bahkan menguat. Investor tampaknya melihat peluang di tengah ketidakpastian, terutama ketika sentimen risiko mulai membaik. Harapan akan de-eskalasi di Timur Tengah memberikan dorongan positif buat aset berisiko termasuk kripto.

Dinamika Diplomasi AS-Iran dan Dampaknya pada Pasar

Negosiasi antara AS dan Iran kembali menjadi sorotan. Presiden Donald Trump menyatakan bahwa pihaknya tengah menjalin komunikasi dengan Teheran, dan bahwa Iran terbuka terhadap kemungkinan perdamaian. Namun, laporan dari berbagai media menunjukkan bahwa proses ini tidaklah mudah.

Iran memang belum menerima usulan gencatan senjata dari AS. Kantor Berita Fars menyebut bahwa Iran menolak tawaran tersebut dan menuntut pengakhiran perang secara menyeluruh, bukan hanya jeda sementara. Selain itu, Iran juga menyampaikan lima tuntutan utama, termasuk penghentian semua serangan dan jaminan atas otoritasnya di Selat Hormuz.

Press TV melaporkan bahwa Iran tidak ingin AS mendikte kapan perang harus berakhir. Sementara itu, Axios menyebut bahwa pihak AS belum menerima pesan resmi dari Iran terkait penolakan tersebut. Hal ini menunjukkan bahwa meski ada komunikasi, belum tentu berujung pada negosiasi formal.

1. Tuntutan Iran dalam Negosiasi Perdamaian

Iran memiliki sejumlah syarat yang harus dipenuhi sebelum menyetujui perdamaian:

  1. Penutupan semua pangkalan militer AS di Teluk.
  2. Penghentian semua serangan terhadap wilayah Iran.
  3. Penarikan pasukan AS dari kawasan Teluk.
  4. Pengakuan dan jaminan internasional atas hak Iran mengelola Selat Hormuz.
  5. Pemberlakuan pungutan atas kapal asing yang melintas di selat strategis tersebut.
Baca Juga:  Mengapa Transaksi Minyak Dunia Masih Bergantung pada Dolar AS? Ini Dia Alternatifnya!

2. Respons AS terhadap Tuntutan Iran

AS, di sisi lain, tampaknya belum siap memenuhi semua tuntutan tersebut. Menteri Luar Negeri Iran Abbas Araghchi menyatakan bahwa tidak ada pembicaraan formal antara kedua negara. Meski demikian, AS mengaku telah mengirimkan pesan melalui mediator, tetapi itu belum dianggap sebagai negosiasi resmi.

Dinamika ini menciptakan ketidakpastian yang cukup tinggi. Namun, bagi pasar keuangan dan kripto, ketidakpastian tidak selalu berarti negatif. Justru, ketika ada harapan akan penyelesaian konflik, investor kembali tertarik pada aset berisiko seperti Bitcoin.

Pergerakan Harga Aset Kripto

Sentimen positif dari geopolitik berdampak langsung pada kinerja aset kripto. Bitcoin yang sempat terperosok di bawah USD70 ribu kini kembali menguat. Minat institusional dan likuiditas yang membaik menjadi faktor penopang utama harga.

Selain Bitcoin, sejumlah altcoin juga mengalami kenaikan. Ethereum naik 1 persen, sementara XRP dan Dogecoin juga menunjukkan performa positif. Solana dan Cardano bahkan mencatatkan kenaikan lebih dari 1 persen.

Berikut rincian harga beberapa aset kripto utama:

Aset Kripto Harga (USD) Perubahan (%)
Bitcoin 71.129,8 +1,1%
Ethereum 2.166,45 +1,0%
XRP 1,4144 +0,2%
Solana +1,1%
Cardano +1,7%
Dogecoin +1,5%

Catatan: Harga dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar.

Faktor Penopang Kenaikan Bitcoin

Kenaikan Bitcoin tidak hanya dipengaruhi oleh sentimen geopolitik. Ada beberapa faktor lain yang turut mendukung performa aset ini:

  • Minat institusional yang terus meningkat: Perusahaan besar dan dana pensiun mulai melirik Bitcoin sebagai bagian dari portofolio investasi mereka.
  • Likuiditas pasar yang membaik: Semakin banyak platform perdagangan yang tersedia membuat transaksi lebih mudah dan harga lebih stabil.
  • Penurunan ketegangan jangka pendek: Investor melihat peluang di tengah harapan de-eskalasi, meski risiko masih tinggi.
Baca Juga:  Harga Emas Perhiasan Terkini 19 Februari 2026, Simak Daftar Harganya Sekarang!

Risiko yang Masih Menghiasi Horizon

Meski ada harapan positif, risiko tetap menghiasi latar belakang. Ketegangan di Teluk tetap bisa memicu volatilitas tinggi. Jika negosiasi gagal atau situasi memburuk, investor bisa kembali memindahkan dana ke aset safe haven seperti emas atau dolar AS.

Selain itu, perubahan kebijakan moneter global juga bisa memengaruhi harga Bitcoin. Kenaikan suku bunga atau langkah hawkish dari bank sentral besar bisa menekan permintaan terhadap aset berisiko.

Kesimpulan

Rencana perdamaian antara AS dan Iran memberikan dorongan positif bagi Bitcoin. Meski Iran belum menerima tawaran gencatan senjata, ekspektasi akan de-eskalasi cukup memadai untuk menarik minat investor kembali ke aset berisiko.

Harga Bitcoin yang bertahan di atas USD71 ribu menunjukkan bahwa pasar mulai melihat peluang di tengah ketidakpastian. Namun, tetap perlu kewaspadaan karena dinamika geopolitik bisa berubah kapan saja.

Disclaimer: Data dan harga dalam artikel ini bersifat referensial dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung kondisi pasar serta perkembangan geopolitik global.

Erna Agnesa
Reporter at anakhiv.id

Erna Agnesa merupakan jurnalis keuangan senior dan editor yang fokus pada industri jasa keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Erna berkomitmen menghadirkan liputan yang tajam, berimbang, dan memberdayakan masyarakat dalam mengambil keputusan finansial.