Multifinance

Sopir Taksi Online Hemat 65% Biaya Operasional dengan Beralih ke EV!

Muhammad Rizal Veto
×

Sopir Taksi Online Hemat 65% Biaya Operasional dengan Beralih ke EV!

Sebarkan artikel ini
Sopir Taksi Online Hemat 65% Biaya Operasional dengan Beralih ke EV!

Ilustrasi. Istimewa.

Pengemudi taksi online mulai merasakan manfaat nyata dari beralih ke kendaraan listrik. Salah satunya adalah Kholid Syaifulloh, pria 51 tahun yang telah mengemudi selama 15 tahun. Ia menyatakan bahwa penggunaan mobil listrik membantunya menghemat biaya operasional hingga 65 persen dibandingkan saat masih menggunakan mobil bensin.

Perubahan besar ini tidak terjadi dalam semalam. Kholid telah melewati tiga generasi mobil taksi sebelum akhirnya memutuskan untuk beralih ke EV (electric vehicle). Perbandingan yang ia rasakan cukup mencolok. Dari biaya operasional yang dikeluarkan setiap hari, kini hanya sekitar 35 persen dari pengeluaran saat menggunakan mobil konvensional. Artinya, penghematan mencapai hampir dua pertiga dari total biaya.

Perjalanan Kholid ke Dunia EV

1. Mengenal Lebih Dekat dengan EV

Kholid bukanlah orang yang langsung memutuskan beralih ke EV begitu saja. Ia mulai tertarik setelah melihat pengemudi lain yang sudah menggunakan mobil listrik. Dari situ, ia mulai mencari tahu lebih dalam tentang kelebihan dan kekurangan EV, terutama dari segi biaya operasional.

2. Menganalisis Biaya Harian

Sebelum beralih, Kholid melakukan perhitungan mandiri. Ia membandingkan biaya BBM harian dengan biaya pengisian daya EV. Hasilnya cukup mengejutkan. Dengan jarak tempuh harian sekitar 350 kilometer, biaya pengisian EV miliknya tidak sampai Rp100.000 per hari. Bandingkan dengan mobil bensin yang bisa menghabiskan hingga Rp300.000 hingga Rp400.000 per hari.

3. Mengatur Waktu Pengisian Daya

Salah satu tantangan dalam menggunakan EV adalah waktu pengisian. Namun, Kholid berhasil mengatasi ini dengan strategi pengisian yang tepat. Ia memanfaatkan fitur pengisian daya cepat yang tersebar di berbagai titik strategis. Dengan begitu, waktu pengisian tidak mengganggu produktivitas harian.

Baca Juga:  Prabowo Gandeng Energi Hijau, Mobil dan Motor Listriknya Bakal Pakai Tenaga Surya!

Pengalaman Noval Gamawan, Pengemudi EV Lainnya

Ilustrasi mobil listrik. Istimewa.

1. Efisiensi Biaya yang Nyata

Noval Gamawan, pengemudi Green SM, juga merasakan manfaat serupa. Ia mengatakan bahwa biaya pengisian EV miliknya hanya sekitar Rp51.600 untuk menempuh jarak 285 kilometer. Angka ini jauh lebih rendah dibandingkan saat ia masih menggunakan mobil bensin.

2. Lebih Ringan dan Lincah di Jalanan Macet

Selain hemat biaya, Noval juga merasakan perbedaan saat mengemudi di jalanan Jakarta yang padat. EV yang ia gunakan terasa lebih ringan dan lincah. Hal ini sangat membantu saat menghadapi kemacetan dengan pola stop and go yang biasanya membuat mobil bensin boros.

3. Stabilitas Biaya Operasional

Salah satu keunggulan EV adalah stabilitas biaya operasional. Tidak seperti BBM yang harganya fluktuatif, biaya pengisian EV relatif tetap. Ini memberikan kepastian biaya yang lebih baik bagi pengemudi seperti Noval dan Kholid.

Perbandingan Biaya Operasional: EV vs Mobil Bensin

Aspek EV (Kendaraan Listrik) Mobil Bensin
Biaya Pengisian/Harian Rp50.000 – Rp100.000 Rp300.000 – Rp400.000
Jarak Tempuh per Pengisian 285 – 350 km Tergantung konsumsi BBM
Waktu Pengisian 30 menit – 1 jam (fast charging) Instan
Stabilitas Biaya Stabil Fluktuatif
Performa di Macet Lebih irit dan lincah Boros karena stop and go

Strategi Mengemudi Efisien dengan EV

1. Memilih Titik Pengisian yang Tepat

Salah satu kunci sukses menggunakan EV adalah memilih titik pengisian yang strategis. Kholid dan Noval kerap memanfaatkan stasiun pengisian daya cepat yang tersebar di sekitar area operasional mereka. Ini membantu meminimalkan waktu pengisian dan menjaga produktivitas tetap tinggi.

2. Mengatur Jadwal Operasional

Pengemudi EV perlu sedikit mengatur waktu operasional agar sesuai dengan jadwal pengisian. Misalnya, memanfaatkan waktu sepi penumpang untuk mengisi daya. Ini membuat pengisian tidak mengganggu pendapatan harian.

Baca Juga:  Mengapa Insentif Jangka Panjang Jadi Faktor Utama Keberhasilan Mobil Listrik di Indonesia?

3. Mengoptimalkan Fitur EV

EV memiliki berbagai fitur yang bisa dimanfaatkan untuk efisiensi, seperti regenerative braking yang membantu mengisi ulang baterai saat pengereman. Fitur ini membuat mobil semakin irit dan ramah lingkungan.

Tantangan yang Masih Dihadapi

Meski banyak keuntungan, beralih ke EV juga memiliki tantangan. Salah satunya adalah infrastruktur pengisian yang belum merata di seluruh kota. Namun, dengan semakin banyaknya stasiun pengisian yang dibangun, masalah ini mulai teratasi.

Selain itu, waktu pengisian yang lebih lama dibandingkan mengisi BBM juga menjadi pertimbangan. Namun, dengan strategi pengisian yang tepat, hal ini tidak lagi menjadi penghalang utama.

Kesimpulan

Perubahan dari mobil bensin ke EV membawa dampak signifikan bagi pengemudi taksi online. Penghematan biaya operasional hingga 65 persen adalah bukti nyata bahwa EV bukan hanya ramah lingkungan, tapi juga ramah kantong. Dengan strategi yang tepat, pengemudi bisa tetap produktif dan menguntungkan.

Disclaimer: Data biaya dan pengisian daya bisa berubah sewaktu-waktu tergantung kebijakan operator dan kondisi pasar.

Muhammad Rizal Veto
Reporter at anakhiv.id

Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.