Harga emas perhiasan di Jakarta pada sore hari ini, Jumat 6 Maret 2026, tercatat stabil di kisaran Rp2.640.000 per gram untuk emas 24 karat. Stabilitas ini menjadi kabar baik bagi masyarakat maupun investor yang tengah memantau pergerakan harga logam mulia tersebut.
Pergerakan harga emas selalu menarik perhatian, bukan hanya karena nilai investasinya yang dianggap aman, tapi juga karena fluktuasinya yang bisa memberikan keuntungan maupun risiko. Oleh karena itu, memantau harga emas secara berkala sangat penting untuk menentukan langkah selanjutnya, baik itu membeli, menjual, atau sekadar menunggu momentum yang tepat.
Harga Emas di Toko-Toko Terkemuka
Perbandingan harga emas di berbagai toko ternama memberikan gambaran yang lebih jelas bagi calon pembeli atau investor. Berikut adalah rincian harga emas di dua toko besar, Raja Emas Indonesia dan Lakuemas Indonesia, per pukul 17.35 WIB.
1. Raja Emas Indonesia
Toko ini menawarkan beberapa varian emas dengan tingkat kemurnian berbeda. Harga emas 24 karat dengan kemurnian 99,9 persen dibanderol Rp2.640.000 per gram. Sementara untuk emas 24 karat dengan kemurnian sedikit lebih rendah, harganya turun menjadi Rp2.500.000 per gram.
Untuk ukuran yang lebih kecil, emas 5 karat dijual seharga Rp480.000 per gram. Angka ini menunjukkan bahwa meskipun ukuran kecil, harga per gram tetap mengikuti tren pasar secara umum.
2. Lakuemas Indonesia
Di sisi lain, Lakuemas Indonesia menawarkan emas 24 karat dengan kemurnian 99 persen seharga Rp2.591.000 per gram. Harga ini sedikit lebih rendah dibandingkan dengan Raja Emas Indonesia, memberikan opsi yang lebih terjangkau bagi pembeli yang mencari harga kompetitif.
Perbedaan harga antar toko ini wajar terjadi karena adanya faktor margin keuntungan, lokasi, serta strategi pemasaran masing-masing toko. Namun, perbedaan yang tidak terlalu signifikan menunjukkan bahwa pasar emas saat ini cukup stabil.
Faktor yang Mempengaruhi Harga Emas Hari Ini
1. Kondisi Pasar Global
Harga emas di pasar lokal sangat dipengaruhi oleh pergerakan harga emas internasional. Jika dolar AS menguat, harga emas cenderung tertekan. Sebaliknya, jika dolar melemah, harga emas biasanya menguat. Hari ini, dolar terpantau stabil, sehingga tidak ada tekanan besar terhadap harga emas lokal.
2. Inflasi dan Kebijakan Moneter
Inflasi yang tinggi biasanya membuat emas menjadi aset lindung nilai. Investor cenderung beralih ke emas saat nilai mata uang menurun. Di Indonesia, Bank Indonesia terus memantau inflasi dan menjaga kebijakan moneter agar tetap stabil, yang turut mendukung kenyamanan pasar emas.
3. Permintaan Pasar Domestik
Menjelang musim belanja seperti Lebaran atau Natal, permintaan emas biasanya meningkat. Saat ini, permintaan emas di Jakarta tergolong normal, tanpa lonjakan signifikan yang bisa memicu kenaikan harga mendadak.
Tips Membeli Emas Perhiasan yang Bijak
1. Pilih Toko Terpercaya
Pastikan membeli emas di toko yang memiliki reputasi baik dan sertifikasi resmi. Ini penting untuk menghindari risiko membeli emas palsu atau berkualitas rendah.
2. Perhatikan Tingkat Kemurnian
Emas 24 karat dengan kemurnian 99,9 persen adalah pilihan terbaik untuk investasi jangka panjang. Namun, jika membeli untuk keperluan perhiasan sehari-hari, emas dengan kadar sedikit lebih rendah bisa menjadi pilihan yang lebih praktis.
3. Cek Harga di Beberapa Toko
Melakukan perbandingan harga sebelum membeli bisa menghemat pengeluaran. Perbedaan harga antar toko kadang cukup signifikan, terutama untuk pembelian dalam jumlah besar.
4. Simpan dengan Aman
Jika membeli emas sebagai investasi, pastikan menyimpannya di tempat yang aman, seperti brankas pribadi atau bank. Jangan sembarangan menyimpannya di tempat yang mudah dijangkau orang lain.
Perbandingan Harga Emas di Dua Toko Populer
| Toko | Jenis Emas | Kemurnian | Harga per Gram |
|---|---|---|---|
| Raja Emas Indonesia | Emas 24 Karat | 99,9% | Rp2.640.000 |
| Raja Emas Indonesia | Emas 24 Karat | <99% | Rp2.500.000 |
| Raja Emas Indonesia | Emas 5 Karat | – | Rp480.000 |
| Lakuemas Indonesia | Emas 24 Karat | 99% | Rp2.591.000 |
Kapan Waktu Terbaik Membeli Emas?
1. Saat Harga Sedang Turun
Membeli emas saat harga sedang turun adalah langkah cerdas. Investor bisa mendapatkan emas dengan harga lebih murah dan menjualnya saat harga naik kembali.
2. Menjelang Musim Liburan
Permintaan emas biasanya meningkat menjelang liburan besar. Membeli sebelum musim liburan bisa menjadi pilihan yang menguntungkan, terutama jika harga masih stabil.
3. Saat Inflasi Naik
Saat inflasi tinggi, nilai uang menurun. Emas menjadi pilihan aman untuk melindungi nilai kekayaan. Membeli emas saat inflasi naik bisa menjadi langkah antisipatif terhadap penurunan daya beli.
Disclaimer
Harga emas bisa berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar global dan domestik. Data yang disajikan dalam artikel ini bersifat terbatas dan hanya berlaku pada waktu tertentu. Pembaca disarankan untuk melakukan pengecekan ulang langsung ke toko atau sumber resmi sebelum melakukan transaksi.
Investasi emas juga memiliki risiko. Sebelum membeli, pastikan memahami kondisi pasar dan pertimbangkan kemampuan finansial pribadi. Artikel ini tidak bermaksud memberikan saran investasi, melainkan hanya menyajikan informasi terkini mengenai harga emas di Jakarta.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.











