Kapitalisasi pasar di Bursa Efek Indonesia (BEI) pekan lalu mencatatkan angka Rp14.787 triliun, turun 1,03 persen dibandingkan minggu sebelumnya yang berada di kisaran Rp14.941 triliun. Penurunan ini sejalan dengan pelemahan Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) yang akhir pekan terakhir Februari 2026 ditutup di level 8.235,485, turun 0,44 persen dari level 8.271,767.
Meski kapitalisasi pasar dan IHSG mengalami koreksi, aktivitas perdagangan harian justru menunjukkan peningkatan. Rata-rata nilai transaksi harian naik 25,35 persen menjadi Rp29,52 triliun dari sebelumnya Rp23,89 triliun. Volume transaksi juga naik 8,55 persen menjadi 51,02 miliar lembar saham. Namun, frekuensi transaksi harian sedikit turun 3,72 persen menjadi 2,95 juta kali transaksi.
Transaksi Saham dan Pergerakan IHSG
Pekan yang cukup bervolatilitas ini juga ditandai dengan aktivitas jual beli investor asing yang masih mencatatkan posisi jual bersih. Pada Jumat (28/2), investor asing mencatatkan net sell sebesar Rp694,22 miliar. Secara tahunan hingga akhir Februari 2026, total net sell investor asing mencapai Rp9,51 triliun.
1. Penurunan Kapitalisasi Pasar
Kapitalisasi pasar BEI turun 1,03 persen menjadi Rp14.787 triliun. Penurunan ini mencerminkan melemahnya nilai pasar sejumlah saham besar yang berdampak pada IHSG secara keseluruhan.
2. Koreksi IHSG
Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri pekan dengan level 8.235,485, turun 0,44 persen dari pekan sebelumnya yang berada di 8.271,767. Koreksi ini terjadi seiring sentimen eksternal dan tekanan dari investor asing.
3. Aktivitas Transaksi Harian
Walaupun indeks dan kapitalisasi pasar turun, aktivitas perdagangan harian justru meningkat:
- Nilai transaksi harian: Naik 25,35% menjadi Rp29,52 triliun
- Volume transaksi harian: Naik 8,55% menjadi 51,02 miliar lembar saham
- Frekuensi transaksi harian: Turun 3,72% menjadi 2,95 juta kali transaksi
4. Pergerakan Investor Asing
Investor asing kembali mencatatkan posisi jual bersih:
- Net sell Jumat (28/2): Rp694,22 miliar
- Net sell kumulatif tahun 2026: Rp9,51 triliun
Pencatatan Obligasi dan Sukuk Minggu Ini
Selain aktivitas perdagangan saham, pekan ini juga menjadi sibuk dengan tercatatnya delapan instrumen baru di BEI, terdiri dari enam obligasi dan dua sukuk. Instrumen-instrumen ini berasal dari berbagai perusahaan pembiayaan dan industri pulp & paper.
1. Obligasi Indomobil Finance
Pada Rabu (25/2), PT Indomobil Finance Indonesia mencatatkan Obligasi Berkelanjutan VI dengan tingkat bunga tetap Tahap II Tahun 2026. Obligasi ini memiliki nilai pokok sebesar Rp2,5 triliun.
2. Obligasi dan Sukuk Lontar Papyrus
Masih di hari yang sama, PT Lontar Papyrus Pulp & Paper Industry mencatatkan dua instrumen:
- Obligasi Berkelanjutan IV Tahap II Tahun 2026: Rp1,05 triliun
- Sukuk Mudharabah Berkelanjutan II Tahap II Tahun 2026: Rp1,55 triliun
3. Obligasi Surya Artha Nusantara Finance
Kamis (26/2) menjadi hari pencatatan obligasi dari PT Surya Artha Nusantara Finance senilai Rp1,2 triliun.
4. Obligasi Bank Panin
Masih pada Kamis, PT Bank Pan Indonesia Tbk mencatatkan Obligasi Berkelanjutan IV Tahap IV Tahun 2026 senilai Rp2,71 triliun.
5. Obligasi Federal International Finance
Jumat (27/2) menjadi hari pencatatan obligasi dari PT Federal International Finance senilai Rp2,5 triliun.
6. Obligasi dan Sukuk Adira Dinamika Multi Finance
Di hari yang sama, PT Adira Dinamika Multi Finance Tbk mencatatkan dua instrumen:
- Obligasi Berkelanjutan VII Tahap III Tahun 2026: Rp2 triliun
- Sukuk Mudharabah Berkelanjutan VI Tahap III Tahun 2026: Rp500 miliar
Rekapitulasi Emisi Tahun 2026
Sejauh tahun 2026 berjalan, total emisi obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI mencapai:
- Jumlah emisi: 30 emisi dari 21 emiten
- Nilai total: Rp28,71 triliun
Sementara itu, total outstanding obligasi dan sukuk yang tercatat di BEI:
- Jumlah emisi: 677 emisi
- Nilai outstanding: Rp560,01 triliun dan USD134,01 juta
- Jumlah emiten: 133 emiten
Data Surat Berharga Negara dan Efek Beragun Aset
Selain obligasi dan sukuk perusahaan, BEI juga mencatatkan Surat Berharga Negara (SBN) dan Efek Beragun Aset (EBA):
- SBN: 186 seri dengan nilai nominal Rp6.683,44 triliun dan USD352,10 juta
- EBA: 7 emisi senilai Rp3,69 triliun
Disclaimer
Data yang disajikan bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan perkembangan pasar dan laporan resmi dari Bursa Efek Indonesia. Nilai transaksi, volume, dan kapitalisasi pasar dipengaruhi oleh berbagai faktor makro dan mikro ekonomi yang dinamis.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.











