Kepastian soal kapan THR 2026 harus dibayarkan jadi sorotan banyak pekerja di Tanah Air. Pasalnya, momen Lebaran 2026 tinggal menghitung waktu, dan THR jadi salah satu komponen penting yang dinantikan. Menteri Koordinator Bidang Perekonomian, Airlangga Hartarto, secara tegas menyampaikan bahwa THR wajib dibayarkan penuh dan tidak boleh dicicil. Arahan ini disampaikan dalam konferensi pers di Jakarta, Selasa, 3 Maret 2026.
Lebih lanjut, Airlangga juga menegaskan bahwa bagi karyawan yang sudah bekerja selama minimal satu tahun, THR yang diterima minimal setara satu bulan upah. Sementara untuk mereka yang masa kerjanya kurang dari satu tahun, THR diberikan secara proporsional. Ketentuan ini berlaku untuk seluruh perusahaan swasta di Indonesia.
Kapan Batas Akhir THR 2026 Harus Dibayar?
Pemerintah telah menetapkan batas akhir pembayaran THR 2026 sebelum pelaksanaan Idulfitri. Ini penting agar seluruh pekerja bisa menikmati THR sebelum memasuki masa libur Lebaran. Penetapan waktu ini juga dimaksudkan agar tidak ada perusahaan yang terlambat membayar THR, yang bisa merugikan karyawan.
1. Jadwal Resmi THR 2026
Berikut adalah jadwal resmi THR 2026 yang harus dipatuhi oleh perusahaan swasta:
| Tanggal Penting | Keterangan |
|---|---|
| 3 Maret 2026 | Pengumuman resmi aturan THR oleh pemerintah |
| 20 April 2026 | Batas akhir pembayaran THR untuk karyawan tetap |
| 27 April 2026 | Batas akhir pembayaran THR untuk karyawan kontrak dan baru |
Perusahaan diwajibkan membayar THR paling lambat 20 April 2026 bagi karyawan tetap. Sementara untuk karyawan kontrak atau baru, THR harus sudah cair paling lambat 27 April 2026. Jadwal ini dibuat untuk memberikan ruang fleksibilitas bagi perusahaan dalam mengelola pembayaran THR secara bertahap.
2. Ketentuan THR untuk Karyawan Baru
Bagi karyawan yang belum genap satu tahun bekerja, THR diberikan secara proporsional. Artinya, besaran THR disesuaikan dengan lama masa kerja. Rumusnya cukup sederhana:
THR = (Masa kerja / 12 bulan) x Gaji pokok
Contoh: Jika seorang karyawan telah bekerja selama 6 bulan dengan gaji pokok Rp 5 juta, maka THR yang diterima adalah:
(6/12) x Rp 5.000.000 = Rp 2.500.000
Cara Menghitung THR 2026
Pemahaman tentang rumus perhitungan THR sangat penting, baik bagi karyawan maupun pengusaha. Ini agar tidak terjadi kesalahan atau kecurangan dalam pemberian THR.
1. THR untuk Karyawan Tetap
Bagi karyawan yang sudah bekerja selama minimal satu tahun penuh, THR yang diberikan adalah minimal satu bulan gaji. Gaji yang dihitung mencakup gaji pokok dan tunjangan tetap lainnya, seperti tunjangan jabatan atau tunjangan kesehatan.
2. THR untuk Karyawan Kontrak
Karyawan kontrak yang masa kerjanya kurang dari satu tahun juga berhak mendapatkan THR. Besaran THR-nya dihitung secara proporsional berdasarkan lama masa kerja.
3. THR untuk Karyawan Baru
Karyawan baru yang belum genap bekerja selama satu tahun juga tetap berhak mendapatkan THR. Besaran THR-nya dihitung dengan rumus yang sama seperti karyawan kontrak.
Syarat Penerima THR 2026
Tidak semua pekerja otomatis mendapatkan THR. Ada beberapa syarat yang harus dipenuhi agar seseorang bisa menerima THR.
1. Minimal Masa Kerja
Syarat utama penerima THR adalah masa kerja minimal satu bulan. Artinya, karyawan yang baru masuk kerja kurang dari satu bulan belum berhak mendapatkan THR.
2. Status Karyawan Aktif
THR hanya diberikan kepada karyawan aktif. Jika seseorang sudah keluar dari perusahaan sebelum batas akhir pembayaran THR, maka ia tidak berhak lagi menerimanya.
3. Tidak Sedang Dikenai Sanksi Disiplin
Karyawan yang sedang menjalani sanksi disiplin atau sedang dalam proses pemecatan biasanya tidak berhak mendapatkan THR. Ini tergantung kebijakan perusahaan masing-masing.
Perbedaan THR untuk Karyawan Swasta dan BUMN
THR tidak hanya menjadi hak karyawan swasta, tetapi juga karyawan BUMN. Namun, ada sedikit perbedaan dalam pengelolaan dan penyalurannya.
| Kriteria | Karyawan Swasta | Karyawan BUMN |
|---|---|---|
| Sumber Dana | Perusahaan swasta | APBN/APBD |
| Waktu Pencairan | Disesuaikan perusahaan | Umumnya lebih cepat |
| Besaran THR | Minimal 1 bulan gaji | Disesuaikan kebijakan pemerintah |
Tips Menghadapi THR yang Terlambat Cair
Meski sudah ada aturan resmi, tidak menutup kemungkinan ada perusahaan yang terlambat membayar THR. Jika hal ini terjadi, karyawan bisa mengambil langkah-langkah berikut:
1. Konfirmasi ke HRD
Langkah pertama yang bisa dilakukan adalah menghubungi bagian HRD atau manajemen untuk meminta penjelasan mengapa THR belum cair.
2. Simpan Bukti Komunikasi
Simpan semua bukti komunikasi, baik lewat email, chat, maupun surat resmi dari perusahaan. Ini penting jika nanti harus dilakukan langkah hukum.
3. Laporkan ke Dinas Ketenagakerjaan
Jika perusahaan tidak kunjung membayar THR meski sudah melewati batas akhir, karyawan bisa melaporkannya ke Dinas Ketenagakerjaan setempat.
Disclaimer
Informasi yang disajikan dalam artikel ini berdasarkan aturan dan ketentuan yang berlaku hingga Maret 2026. Jadwal dan ketentuan THR bisa berubah sewaktu-waktu sesuai kebijakan pemerintah. Oleh karena itu, selalu pastikan informasi terbaru dari sumber resmi seperti Kementerian Ketenagakerjaan atau perusahaan tempat bekerja.
THR bukan hanya hak, tapi juga simbol penghargaan dari perusahaan kepada karyawan. Memahami kapan dan bagaimana THR harus diterima adalah langkah penting agar hak bisa terpenuhi dengan baik.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.











