Pagi ini, pasar saham Tanah Air kembali menunjukkan pergerakan yang cukup bergejolak. Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) dibuka dengan posisi yang melemah di kisaran 7.338,824. Dalam catatan awal perdagangan Jumat, 13 Maret 2026, IHSG sempat turun hingga 63,270 poin atau sekitar 0,86 persen, mencatatkan level terendah di angka 7.283.
Pelemahan ini terjadi tidak lepas dari tekanan global, terutama dari Wall Street yang juga terkoreksi tajam pada penutupan perdagangan Kamis sebelumnya. Investor tampaknya masih merespons lonjakan harga minyak mentah dunia yang dipicu oleh ketegangan di Timur Tengah. Di tengah situasi ini, beberapa saham tetap menunjukkan potensi sebagai pilihan trading menarik untuk hari ini.
Dinamika Pasar Saham Global dan Dampaknya
Sentimen pasar global tengah terganggu akibat lonjakan harga minyak. Eskalasi konflik di Selat Hormuz memicu lonjakan harga minyak mentah West Texas Intermediate (WTI) hingga 9,72 persen, mencapai USD95,73 per barel. Minyak Brent juga naik 9,22 persen ke USD100,46 per barel. Kondisi ini memicu koreksi di bursa saham Asia-Pasifik, termasuk di Indonesia.
1. Wall Street Terpuruk
Indeks Dow Jones Industrial Average turun 1,56 persen, S&P 500 turun 1,52 persen, dan Nasdaq Composite melemah 1,78 persen. Penurunan ini terjadi seiring dengan ketidakpastian terkait keamanan jalur pasok minyak global.
2. Asia Pasifik Ikut Tertekan
Di Asia, investor juga memilih untuk mengurangi eksposur risiko. Indeks Nikkei 225 Jepang turun 1,04 persen, Topix turun 1,32 persen, dan Hang Seng Hong Kong melemah 0,70 persen. Investor tampak lebih hati-hati menjelang perkembangan lebih lanjut dari ketegangan geopolitik.
3. Peran Minyak dan Geopolitik
Menteri Energi AS menyatakan bahwa Angkatan Laut AS belum sepenuhnya siap mengawal kapal tanker di Selat Hormuz, meski kemungkinan pengawalan bisa terlaksana sebelum akhir bulan. Sementara itu, AS juga dilaporkan telah menenggelamkan 16 kapal Iran yang diduga menyebarkan ranjau laut.
Proyeksi IHSG Hari Ini
Head of Retail Research BNI Sekuritas, Fanny Suherman, memperkirakan bahwa IHSG berpotensi melanjutkan koreksi mengikuti pelemahan bursa AS. Namun, masih ada ruang untuk rebound terbatas.
4. Support dan Resistance IHSG
- Support: 7.250 – 7.330
- Resistance: 7.400 – 7.500
Investor dianjurkan untuk tetap waspada dan memperhatikan pergerakan harga minyak serta isu geopolitik yang berkembang.
Rekomendasi Saham untuk Trading Hari Ini
Meski pasar terlihat tertekan, beberapa saham tetap menunjukkan potensi sebagai instrumen trading jangka pendek. Berikut adalah beberapa rekomendasi saham yang bisa menjadi pilihan trading hari ini.
5. ELSA
Saham ELSA masuk sebagai pilihan dengan potensi penguatan jangka pendek. Rekomendasi trading:
- Area beli: Rp735 – Rp745
- Cutloss: Di bawah Rp720
- Target: Rp780 – Rp820
6. MBMA
MBMA juga menjadi salah satu saham yang layak diperhatikan:
- Area beli: Rp700 – Rp725
- Cutloss: Di bawah Rp670
- Target: Rp740 – Rp760
7. BIPI
BIPI menawarkan potensi gain yang menarik:
- Area beli: Rp204 – Rp216
- Cutloss: Di bawah Rp204
- Target: Rp226 – Rp234
8. DEWA
DEWA juga masuk dalam daftar rekomendasi trading hari ini:
- Area beli: Rp402 – Rp410
- Cutloss: Di bawah Rp398
- Target: Rp428 – Rp440
9. PTBA
PTBA merupakan saham dengan target yang cukup realistis:
- Area beli: Rp2.890 – Rp2.910
- Cutloss: Di bawah Rp2.860
- Target: Rp2.940 – Rp2.960
10. NCKL
Terakhir, NCKL juga bisa menjadi pilihan menarik:
- Area beli: Rp1.225 – Rp1.240
- Cutloss: Di bawah Rp1.210
- Target: Rp1.260 – Rp1.300
Rangkuman Trading Hari Ini
| Saham | Area Beli | Cutloss | Target |
|---|---|---|---|
| ELSA | Rp735 – Rp745 | < Rp720 | Rp780 – Rp820 |
| MBMA | Rp700 – Rp725 | < Rp670 | Rp740 – Rp760 |
| BIPI | Rp204 – Rp216 | < Rp204 | Rp226 – Rp234 |
| DEWA | Rp402 – Rp410 | < Rp398 | Rp428 – Rp440 |
| PTBA | Rp2.890 – Rp2.910 | < Rp2.860 | Rp2.940 – Rp2.960 |
| NCKL | Rp1.225 – Rp1.240 | < Rp1.210 | Rp1.260 – Rp1.300 |
Disclaimer: Data dan rekomendasi di atas bersifat dinamis dan dapat berubah sewaktu-waktu tergantung pada kondisi pasar serta isu makro ekonomi global dan domestik. Pastikan untuk melakukan analisis tambahan sebelum mengambil keputusan investasi.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.











