Menjelang Lebaran Idulfitri 1447 Hijriah, PT PLN (Persero) menyiapkan 439 unit Stasiun Pengisian Kendaraan Listrik Umum (SPKLU) di jalur mudik Jawa Timur hingga Bali. Langkah ini diambil untuk mendukung mobilitas pengguna kendaraan listrik selama arus mudik dan balik yang padat. Dengan penempatan yang strategis, PLN ingin memastikan perjalanan EV tetap nyaman dan bebas khawatir kehabisan daya.
Infrastruktur ini bukan sekadar jumlah. Penempatan SPKLU dilakukan di titik-titik dengan aktivitas tinggi, seperti rest area tol, jalur penghubung antarkota, hingga akses pelabuhan. Jarak antar-SPKLU dirancang sekitar 22 kilometer agar pengguna bisa menjangkaunya dengan mudah tanpa perlu khawatir baterai habis di tengah jalan.
Kesiapan PLN Menopang Mobilitas EV
Persiapan infrastruktur pengisian kendaraan listrik ini dilakukan jauh-jauh hari sebelum Lebaran. PLN memastikan seluruh SPKLU dalam kondisi optimal dan siap beroperasi 24 jam penuh. Tujuannya jelas: memberikan kenyamanan dan kepastian bagi pengguna EV selama masa mudik.
Direktur Retail dan Niaga PLN, Adi Priyanto, menyampaikan bahwa kesiapan ini merupakan bagian dari komitmen PLN dalam membangun ekosistem kendaraan listrik yang terintegrasi. Bukan hanya soal infrastruktur, tetapi juga layanan yang andal dan pengalaman pengguna yang baik.
1. Peninjauan Infrastruktur di Lapangan
Sebelum Lebaran tiba, PLN melakukan peninjauan langsung di lapangan. Salah satunya di Rest Area KM 792 A Tol Gempol–Pasuruan, Jawa Timur. Peninjauan ini dilakukan untuk memastikan semua SPKLU berfungsi dengan baik dan siap melayani pengguna.
2. Peningkatan Kapasitas Jaringan
Selain pengecekan rutin, PLN juga meningkatkan kapasitas jaringan listrik di sekitar SPKLU. Ini penting untuk menghindari pemadaman atau overloading saat jumlah kendaraan listrik yang mengisi daya meningkat drastis.
3. Pelatihan Petugas Operasional
Petugas yang mengelola SPKLU juga diberikan pelatihan khusus. Mereka dilatih untuk menangani berbagai situasi, termasuk lonjakan pengguna saat masa mudik. Tujuannya agar layanan tetap cepat dan responsif.
Penyebaran SPKLU di Jalur Jatim–Bali
Penyebaran SPKLU tidak dilakukan secara acak. PLN menempatkannya di lokasi strategis agar mudah diakses dan menunjang perjalanan jarak jauh. Di Jawa Timur dan Bali, total ada 439 unit yang tersebar di berbagai titik penting.
1. Jawa Timur: 297 SPKLU di 158 Lokasi
Di Jawa Timur, sebanyak 297 unit SPKLU tersebar di 158 lokasi strategis. Lokasi-lokasi ini dipilih berdasarkan tingkat kunjungan dan kebutuhan pengguna EV. Selain itu, PLN juga menghadirkan lima SPKLU Center yang dilengkapi fasilitas tambahan.
2. Bali: 142 SPKLU di 93 Titik
Sementara di Bali, PLN menyiagakan 142 unit SPKLU di 93 titik penting. Titik-titik ini tersebar di Bali Selatan, Timur, dan Utara. Tujuannya agar pengguna EV, baik pemudik maupun wisatawan, bisa menikmati perjalanan tanpa hambatan daya.
SPKLU Center: Pengalaman Isi Daya yang Lebih Baik
PLN tidak hanya menambah jumlah SPKLU, tapi juga meningkatkan kualitas layanannya. Salah satu upayanya adalah dengan menghadirkan SPKLU Center. Lokasi ini dilengkapi dengan berbagai fasilitas pendukung seperti area parkir luas, kafe, hingga toilet.
1. Fasilitas Tambahan untuk Kenyamanan
SPKLU Center dirancang untuk memberikan pengalaman pengisian daya yang menyenangkan. Selain tempat pengisian, pengguna juga bisa bersantai, makan, atau bahkan bekerja sambil menunggu mobil selesai terisi daya.
2. Desain Modern dan Ramah Pengguna
Desain SPKLU Center dibuat modern dan ramah pengguna. Tersedia juga informasi digital mengenai status pengisian, tarif, dan lokasi SPKLU terdekat. Ini membuat proses pengisian daya jadi lebih transparan dan mudah dipahami.
Dukungan untuk Transisi Energi Nasional
Penguatan infrastruktur EV ini bukan hanya soal layanan, tapi juga bagian dari upaya PLN dalam mendukung transisi energi nasional. Kendaraan listrik dipandang sebagai solusi untuk menekan emisi karbon di sektor transportasi.
1. Menekan Emisi Karbon
Dengan semakin banyaknya kendaraan listrik yang digunakan, emisi karbon dari sektor transportasi bisa berkurang. Ini sejalan dengan target pemerintah untuk mencapai netralitas karbon di masa depan.
2. Mendorong Penggunaan Energi Bersih
PLN juga memastikan bahwa listrik yang digunakan untuk mengisi daya kendaraan listrik berasal dari sumber yang ramah lingkungan. Ini termasuk penggunaan energi surya, angin, dan sumber terbarukan lainnya.
Perkiraan Pertumbuhan Pengguna EV
PLN memperkirakan jumlah pengguna kendaraan listrik saat mudik tahun ini akan naik hingga 60 persen dibanding tahun sebelumnya. Lonjakan ini menunjukkan bahwa masyarakat semakin percaya dan nyaman menggunakan EV.
1. Meningkatnya Kesadaran Lingkungan
Salah satu faktor yang mendorong pertumbuhan EV adalah kesadaran masyarakat akan pentingnya menjaga lingkungan. Kendaraan listrik dianggap lebih ramah lingkungan karena tidak menghasilkan emisi gas buang.
2. Dukungan Infrastruktur yang Semakin Baik
Semakin banyaknya SPKLU dan peningkatan layanan juga membuat masyarakat lebih percaya untuk beralih ke kendaraan listrik. Infrastruktur yang andal memberikan kepastian bahwa EV bisa digunakan untuk perjalanan jauh.
Tabel Perbandingan SPKLU di Jatim dan Bali
| Wilayah | Jumlah SPKLU | Jumlah Lokasi | SPKLU Center |
|---|---|---|---|
| Jawa Timur | 297 unit | 158 lokasi | 5 unit |
| Bali | 142 unit | 93 lokasi | 0 unit |
Disclaimer
Data dan informasi dalam artikel ini bersifat sementara dan dapat berubah sewaktu-waktu sesuai dengan kebijakan dan kondisi lapangan dari PLN. Jumlah SPKLU, lokasi, dan fasilitas yang disebutkan merupakan data yang tersedia hingga Maret 2026.
Muhammad Rizal Veto merupakan jurnalis ekonomi dan analis konten yang fokus pada sektor keuangan Indonesia. Keahliannya meliputi perbankan, multifinance, pinjaman online, serta program bantuan sosial pemerintah. Rizal berkomitmen menghadirkan informasi berbasis data yang akurat, objektif, dan bermanfaat bagi pembaca.











